Tugas Akhir
Studi sistem instalsasi pemadam kebakaran pada proyek pembangunan apartemen Soekarno Hatta berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) / M. Musthofa Al Ansyorie
Abstrak
ABSTRAK Ansyorie M. Musthofa A. 2011. Studi Sistem Instalasi Pemadam Kebakaran Pada Proyek Pembangunan Apartemen Soekarno-Hatta Berdasarkan Standard Nasional Indonesia (SNI). Proyek Akhir Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Ir. Dian Ariestadi M.T. Kata kunci studi sistem instalasi pemadam kebakaran Sistem instalasi pemadam kebakaran merupakan suatu kombinasi dari berbagai sistem untuk mencegah dan mengurangi dampak yang diakibatkan oleh kebakaran. Studi sistem instalasi pemadam kebakaran ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan sistem instalasi yang sesuai dengan standar yang berlaku. Manfaat dari studi sistem instalasi pemadam kebakaran ini diharapkan dimanfaatkan dalam pengajaran dalam bidang Teknik Sipil serta sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan tentang sistem instalasi pemadam kebakaran. Instalasi pemadam kebakaran ini meliputi instalasi pemadam kebakaran aktif yang meliputi Sistem Pipa Tegak dan Hidran Sistem Springkler Otomatis Pompa Pemadam Kebakaran Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran. Studi sistem ini dilakukan pada proyek pembangunan Apartemen Soekarno Hatta Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan (observasi) wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan pengolahan data dengan cara menganalisa hasil temuan dilapangan yang kemudian dibandingkan dengan hasil perencanaan berdasarakan SNI dan selanjutnya dideskripsikan. Dari hasil studi ini dapat disimpulkan perencanaan sistem instalasi pemadam kebakaran berdasarkan aturan antara lain sistem pipa tegak yang direncanakan adalah sistem pipa tegak basah. Untuk perencanaan jumlah dan letak hidran adalah hidran halaman 4 buah dan hidran gedung 3 buah. Jenis pipa yang direncanakan adalah pipa baja black steel. Sistem springkler yang direncanakan menggunakan springkler dinding dan springkler biasa (langit-langit). Jumlah springkler yang direncanakan berjumlah 1748 buah. Dengan suhu maksimum tabung springkler 57oC untuk di area unit hunian pertokoan basement mini market dan fitnes center. Sedangkan untuk area dapur dan food court mengggunakan springkler dengan suhu maksimum 141oC. Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan pasokan air total yang dibutuhkan untuk pemadam kebakaran adalah 403 m3. Dengan pompa yang direncanakan adalah pompa diesel pompa listrik dan pompa jockey. Kapasitas pompa yang direncanakan sebesar 4.000 gpm. Sistem deteksi dan alarm kebakaran yang direncanakan adalah menggunakan detektor panas dengan sistem addreseble yaitu sistem yang bisa menunjukkan langsung lokasi yang mengalami bahaya. Serta direncanakan sistem Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan jenis APAR tepung kimia air dan CO2. Jumlah APAR yang direncakan sebanyak 227 buah. Hasil studi ini menunjukkan ada beberapa ketidaksesuaian antara temuan lapangan dengan hasil perencanaan yang berdasarkan SNI diantaranya penempatan dan jumlah springkler dimana untuk jumlah springkler terdapat selisih sebanyak 467 buah ukuran diameter pipa sumber pasokan air jumlah dan letak hidran dimana untuk hidran halaman terdapat selisih jumlah hidran sebanyak 2 buah spesifikasi springkler dan kapasitas pompa pemadam kebakaran. Berdasarkan studi ini disarankan perencanaan sistem pemadam kebakaran harus menyesuaikan dengan aturan yang berlaku seperti SNI (Standar Nasional Indonesia). Adapun SNI yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan antara lain SNI 03-1745-2000 SNI 03-3989-2000 SNI 03-6570-2001 SNI 03-3985-2000. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan dan didapatkan kualitas yang baik.