Skripsi
Pengaruh suhu kalsinasi dan massa zeolit-Cu di reaktor terhadap aktivitas Zeolit-Cu sebagai katalis pada konversi metanol menjadi hidrokarbon / Corry Riris Anggraeni
Abstrak
Kata kunci Zeolit Katalis Hidrokarbon Beberapa tahun terakhir terjadi kelangkaan bahan bakar yang disebabkan permintaan energi yang semakin meningkat akibat pertumbuhan populasi sedangkan ketersediaannya di alam sangat terbatas. Akibat dari keterbatasan bahan bakar di alam para ahli berusaha mencari bahan bakar alternatif untuk mengatasi masalah. Mengingat bahwa bahan bakar di alam merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Kekhawatiran tentang belum optimalnya sumber alternatif lain pengganti minyak bumi sedikit terungkap setelah beberapa peneliti dan ahli geologi melakukan penelitian merubah peran metanol menjadi bahan bakar dengan cara mengkonversinya menjadi gasolin (MTG methanol to gasolin). Proses MTGO pertama kali ditemukan melalui bantuan katalis zeolit. Dalam penelitian ini digunakan katalis zeolit-Cu sebagai katalis dalam konversi metanol menjadi hidrokarbon yang mendekati fraksi gasolin yang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bahan bakar terbaharukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas katalis sebelum dan setelah dimodifikasi pada konversi metanol menjadi hidrokarbon. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA UM dan di Laboratorium Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang. Ukuran sampel yang digunakan adalah 8-10 mesh. Zeolit alam diaktivasi mengggunakan larutan asam HF 1% HCl 6 M dan NH4 Cl 0 1 M kemudian diimpregnasi dengan garam Cu dari larutan CuSO4.5H2O dengan konsentrasi Cu2 dalam zeolit adalah 15%. Uji karakterisasi katalis yang dilakukan yaitu pengukuran keasaman dan rasio Si/Al pada zeolit alam zeolit aktif serta zeolit-Cu dengan variasi suhu kalsinasi 650 C 750 C 850 C dan 950 C. Selanjutnya mengkonversi metanol menjadi hidrokarbon dengan variasi massa katalis pada reaktor (2 6 10 gram). Pada produk yang dihasilkan dianalisis menggunakan GC-MS serta dilakukan uji karakterisasi yaitu uji kalor pembakaran uji titik didih dan uji nyala. Suhu kalsinasi berpengaruh terhadap keasaman serta rasio Si/Al zeolit dengan nilai tertinggi dimiliki oleh zeolit-Cu dengan suhu kalsinasi 750 C. Variasi massa katalis pada zeolit berpengaruh terhadap konsentrasi hidrokarbon yang dihasilkan.Pembentukkan n-heksana optimum pada penggunaan katalis zeolit aktif 2 gram sedangkan 1 2 3 4 5-pentametilbenzena pada zeolit-Cu 2graam.