Skripsi
Nilai - Nilai kearifan lokal dalam tradisi labuhan (Larung sesaji) di pantai ngliyep desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang / Sofan Wahyu Adhitama
Abstrak
Kata Kunci Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Labuhan (Larung Sesaji). Kebudayaan adalah identitas suatu bangsa dan di dalamnya terdapat berbagai keunikan dan keunggulannya. Tradisi Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang di tengarai memiliki suatu keunikan yang berbeda dengan daerah lain yang di dalamnya terdapat berbagai nilai-nilaikearifan lokal yang dipergunakan sebagai pedoman hidup masyarakat setempat. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) asal-usul Upacara Labuhan yang dilakukan di Pantai Ngliyep (2) tujuan diadakannya upacara Labuhan yang dilakukan di Pantai Ngliyep (3) pelaksanaan upacara Labuhan yang dilakukan di Pantai Ngliyep (4) Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep (5) Usaha pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian budaya adat Upacara Labuhan serta nilai-nilai kearifan lokal dalam upacara Labuhan di Pantai Ngliyep. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif informan terdiri dari pemerintah Desa Kedungsalam masyarakat di sekitar Pantai Ngliyep anggota Karang Taruna Yuana Abadi juru kunci Sendang Kamulyan Guru SMA sebagai pengamat. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data tema kultural (componential analysis). Untuk menjamin keabsahan data yang ditemukan peneliti melakukan pengecekan keabsahan data dengan cara (1) Ketekunan pengamatan (2). Triangulasi. Hasil penelitian dapat di deskripsikan sebagai berikut (1) Asal-usul Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep tokoh dan cikal bakal kepala Desa Kedungsalam Eyang Kyai Tholib mendapatkan sebuah ujian berupa penyakit pagebluk yang menyerang warganya akhirnya beliau mengadakan Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep sedikit demi sedikit penyakit tersebut menghilang (2) Tujuan diadakan Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep ada tiga tujuan (a) Kebutuhan batin dalam memecahkan persoalan hidup melalui kekuatan yang diyakininya (b) Menjalin solidaritas spiritual yang melibatkan pemerintah dan masyarakat setempat melalui Upacara Labuhan dengan sarana (uborampe) kulit kaki darah dan kepala kambing (c) Mendapatkan keselamatan dan ketentraman dengan berdo a memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut keyakinan agama Islam (3). Pelaksanaan Upacara Labuhan yang dilakukan di Pantai Ngliyep dilakukan melalui kegiatan persiapan dan prosesi pelaksanaan tradisi Upacara Labuhan (a) pembukaan dengan sajian tarian oleh ibu-ibu diiringi klotekan (b) Laporan dari Direktur Jasa Yasa Pemerintahan Kabupaten (c) Pembacaan sejarah Upacara Labuhan dilanjutkan dengan kidung macapat (sejarah Desa Kedungsalam) (d) Sambutan Kapolsek Kecamatan Donomulyo (e) Do a bersama dipimpin oleh staf KUA Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang (f) Pemberangkatan sesajian diawali kotekan lesung (g) Acara ditutup dengan genduri (selametan).(4). Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam Upacara Labuhan di Pantai Ngliyep terdapat berapa nilai-nilai yang terkandung dalam Upacara Labuhan serta ketika persiapan Upacara Labuhan itu sendiri hal tersebut antara lain sebagai berikut (a) Nilai Religi (b) Nilai Gotong Royong (c) Nilai Persatuan (d) Nilai Pembebasan Bala (e) Nilai Kemandirian (f) Nilai Kesederhanaan (g) Nilai Rendah Hati (h) Nilai Kebersamaan. (5). Usaha pemerintah dan masyarakat setempat untuk menjaga kelestarian budaya adat Labuhan serta nilai-nilai kearifan lokal dalam upacara Labuhan di Pantai Ngliyep tersebut dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar wujudnya berupa membentuk Karang Taruna Yuana Abadi mengadakan secara rutin tiap tahunnya Upacara Labuhan dan melibatkan para pemuda di dalamnya. Kegiatan tersebut dengan tujuan tidak hanya melestarikan wujud kebudayaan saja namun bertujuan untuk tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan yang terdapat di dalam upacara Labuhan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian disarankan sebagai berikut (1) Agar tradisi Upacara Labuhan yang di dalamnya terdapat makna nilai-nilai kearifan lokal tersebut masyarakat dan pemerintahan setempat mampu menjadikan sebuah pembelajaran dan tolak ukur kehidupan berbangsa dan bernegara (2) Agar Pemerintah Kabupaten Malang atau Dinas Kebudayaan Kabupaten Malang mampu memberikan dukungan baik itu materi dan moril kepada pihak-pihak yang bersangkutan agar kelestarian kebudayaan lokal yang ada di Desa Kedungsalam tepatnya di Pantai Ngliyep terjaga kelestariannya hingga anak cucu kelak nantinya (3) Agar Pemerintahan Desa lewat Karang Taruna Yuana Abadi mampu dan dapat meningkatkan hal yang positif lagi untuk menunjang kemajuan kebudayaan lokal dengan terus meningkatkan tujuannya yaitu melestarikan berbagai peninggalan nenek moyang yang menjadi kebudayaan lokal di Desa Kedungsalam walaupun terdapat beberapa kendala.