Skripsi
Upaya sekolah dalam menciptakan disiplin berlalulintas pada siswa MAN 1 kabupaten Bojonegoro / Moh. Imam
Abstrak
Kata Kunci upaya sekolah disiplin berlalu lintas siswa MAN 1 Bojoneogoro Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan siswa setingkat SMA dari tahun ketahun mengalami peningkatan dengan berbagai macam kasus mulai dari kepemilikan SIM (Surat Izin Mengemudi) kelayakan kendaraan sampai dengan etika dalam berkendara. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh kesadaran hukum pelajar dalam mentaati peraturan berlalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) apa program yang disusun sekolah dalam upaya menciptakan disiplin berlalu lintas pada siswa MAN 1 Bojonegoro (2) bagaimana pelaksanaan program yang disusun sekolah dalam upaya menciptakan disiplin berlalu lintas pada siswa MAN 1 Bojonegoro (3) apa hambatan yang dialami pihak sekolah dalam upaya menciptakan disiplin berlalu lintas pada siswa MAN 1 Bojonegoro dan (4) bagaimana pihak sekolah mangatasi hambatan yang dialami dalam upaya menciptakan disiplin berlalu lintas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penilitian diskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Data penelitian yang berupa dokumentasi dan hasil wawancara dengan beberapa informan seperti kepala sekolah wakil kepala sekolah guru satpam dan siswa MAN 1 Bojonegoro kemudian di anilisis. Kegiatan analisis data dengan menggunakan model analisis interaktif dimulai dari tahap 1) reduksi data 2) sajian data 3) penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh empat simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama program tertib lalu lintas yang disusun sekolah dalam upaya menciptakan disiplin berlalu lintas pada siswa MAN 1 Bojoneogoro terdiri dari tiga tahapan yaitu 1) tahap awal 2) tahap lanjutan dan 3) tahap akhir. Pada tahap awal upaya yang dilakukan sekolah yaitu melakukan pendataan siswa yang membawa kendaraan bermotor melakukan pendataan pelanggaran tertib berkendara yang dilakukan oleh siswa yang membawa kendaraan bermotor dan mengadakan penyuluhan tertib berlalu lintas serta sosialisasi UU No. 22 Th. 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada tahap lanjutan upaya yang dilakukan yaitu dengan mengadakan program pelatihan PKS (Patroli Keamanan Sekolah) program pengadaan SIM Kolektif dan program operasi sayang siswa MAN 1 Bojonegoro. Selanjutnya pada tahap akhir upaya yang dilakukan dengan mengintegrasi pendidikan lalu lintas pada Mapel PKn pengawalan dan pengawasan kepada siswa yang membawa kendaraan bermotor Kedua pelaksanaan program tertib berlalu lintas pada siswa MAN 1 Bojonegoro berdasarkan program yang disusun terdiri dari tiga tahapan yaitu 1) tahap awal 2) tahap lanjutan dan 3) tahap akhir. Pada tahap awal pelaksanaanya dilakukan pada saat memasuki tahun ajaran baru antara Bulan Juli dan Agustus. Pelaksanaan pendataan pelanggaran hanya di khususkan siswa yang membawa kendaraan bermotor. Sedangkan pada tahap lanjutan pelaksanaan program dilakukan berkelanjutan setelah diadakannya tahap awal. Pada tahap akhir pelaksanaan pengawalan dan pengawasan (razia) dilakukan setiap hari yaitu ketika siswa memasuki gerbang sekolah namun untuk pengintegrasian pendidikan lalu lintas dilaksanakan ketika pelajaran PKn disampaikan yaitu dengan cara memasukan materi yang relevan SK dan KD yang diajarkan pada Mapel PKn. Ketiga hambatan yang dialami sekolah dalam melaksanakan program tetib berlalu lintas pada siswa MAN 1 Bojonegoro yaitu 1) banyak siswa-siswi yang gaduh seta tidak memperhatikan ketika materi penyuluhan dan sosialisasi disampaikan 2) faktor mental dan pengetahuan dalam berkendara dalam pelaksanaan pendataan siswa yang membawa kendaraan bermotor dan yang melanggar tata tertib berkendara 3) banyak siswa yang membawa kendaraan tapi tidak dibawa kesekolahan melainkan dititipkan di rumah-rumah samping sekolah hal ini bertujuan agar siswa-siswi yang melanggar terhindar dari razia yang dilakukan siswa dan 4) faktor sarana dan prasarana dalam mawujudkan pengintegasian pendidikan lalu lintas pada Mapel PKn. Keempat untuk mengatasi hambatan dalam melaksanakan program tertib berlalu lintas pada siswa MAN 1 Bojonegoro yaitu 1) dengan menegur dan memberi peringatan kepada siswa-siswi yang gaduh pada saat penyuluhan dan sosialisasi 2) dengan mengadakan penyuluhan tertib berlalu lintas hal ini untuk mengubah pola pikir siswa dalam berkendara 3) bekerja sama dengan perangkat desa dan masyarkat desa yang berada di samping sekolah untuk melaporkan ke pihak sekolah jika didapati siswa yang menitipkan kendaraan bermotornya 4) mengusahakan dana yang bersumber dari Kemenag Kabupaten Bojonegoro serta bekerjasama dengan forum diklat kependidikan Bojonegoro untuk memberi pelatihan dalam upaya pengintegrasian pendidikan lalu lintas pada guru PKn.