Skripsi
Hasil belajar siswa kelas XI IPA 4 MAN 3 Malang pada pembelajaran hidrolisis garam dengan pendekatan keterampilan proses sains / Muhammad Noor Rachmad
Abstrak
Kata Kunci Keterampilan proses sains hasil belajar Penerapan KTSP menuntut perubahan paradigma dalam pembelajaran yang semula berpusat pada guru (teacher centered) beralih berpusat pada siswa (student centered) metodologi yang semula didominasi ekspositori berganti ke partisipatori dan pendekatan yang semula lebih banyak bersifat tekstual berubah menjadi kontekstual. Salah satu pendekatan dalam pembelajaran adalah keterampilan proses sains. Pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses sains merupakan pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan fakta konsep dan teori dengan keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa sendiri. Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa dan (3) mendeskripsikan hubungan keterampilan proses sains dengan hasil belajar ranah kognitif. Penelitian dilakukan selama bulan Maret-April 2011 di MAN 3 Malang dan subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas XI IPA 4. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Lembar Kerja Siswa (LKS) lembar pengamatan keterlaksanaan pembelajaran lembar pengamatan keterampilan proses sains lembar pengamatan psikomotor lembar pengamatan afektif dan soal tes. Validitas isi soal tes sebesar 97 5% dan Reliabilitas soal tes sebesar 0 732. Data yang dikumpulkan meliputi keterlaksanaan pembelajaran keterampilan proses sains dan hasil belajar (kognitif psikomotor dan afektif). Data dianalisis dengan cara deskriptif melalui perhitungan persentase. Keterlaksanaan pembelajaran hidrolisis garam sebesar 94 4% dengan rincian keterlaksanaan pembelajaran sifat keasaman larutan garam dan jenis hidrolisis garam sebesar 94 1% dan keterlaksanaan pembelajaran pH larutan garam sebesar 94 7%. Nilai rata-rata hasil belajar ranah kognitif sebesar 81 3 79 4% siswa dinyatakan tuntas sedangkan 20 6% siswa dinyatakan belum tuntas. Nilai rata-rata hasil belajar ranah psikomotor sebesar 94 4 100% siswa dinyatakan tuntas. Nilai rata-rata hasil belajar ranah afektif sebesar 87 7 100% siswa dinyatakan tuntas. Nilai rata-rata keterampilan proses sains sebesar 85 8 67 7 % siswa dinyatakan tuntas sedangkan 32 3% siswa dinyatakan belum tuntas. Siswa yang mempunyai keterampilan proses sains tinggi tidak diikuti dengan penguasaan hasil belajar ranah kognitif yang tinggi.