Skripsi
Penerapan aspek normatif pendidikan kewarganegaraan dalam pelaksanaan pendidikan sistem ganda (PSG) siswa kelas XII jurusan perhotelan SMKN 3 Probolinggo / Febrilia Maulana Elita
Abstrak
Kata Kunci Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) Penerapan Normatif PKn. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki keunggulan dan kompetensi di bidang masing-masing. Berbagai inovasi program pendidikan telah dilakukan di antaranya melalui penerapan Pendidikan Sistem Ganda. Dalam pelaksanaan PSG siswa tidak hanya belajar tetapi belajar melalui bekerja langsung (learning by doing) sehingga siswa dapat mengasah kemampuannya dan sekaligus memperoleh pengetahuan tetang dunia kerja. Siswa juga dapat mengaplikasikan aspek normatif PKn dalam kehidupan sehari-hari khususnya ketika memasuki dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan PSG yang meliputi sistem seleksi sistem bimbingan fasilitas pelatihan kesiapan siswa kesiapan guru dan instruktur etos kerja siswa dan sistem evaluasi (2)mendeskripsikan aspek normatif PKn yang terdapat dalam pelaksanaan PSG dan (3) mendeskripsikan penerapan aspek normatif PKn dalam PSG. Metode penelitian menggunakan rancangan kualitatif. Subjek penelitian yaitu siswa SMKN 3 Probolinggo. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data display data dan menarik atau memverifikasi data. Temuan penelitian yaitu (1) pelaksanaan PSG terdiri dari sistem seleksi sistem bimbingan fasilitas pelatihan kesiapan siswa kesiapan guru dan instruktur etos kerja siswa dan sistem evaluasi. Dimana untuk sistem seleksi didapat melalui data pemetaan SPK siswa melalui pengamatan yang mendalam. Sistem bimbingan memuat tentang administrasi yang harus diselesaikan siswa pembekalan sikap dan mental dan kompetensi-kompetensi yang diharapkan. Fasilitas pelatihan yang ada disekolah yaitu dua hotel mini lengkap dengan barang-barangnya. Kesiapan siswa dilakukan dari siswa kelas satu yaitu sekolah mengadakan kunjungan dari DU/DI untuk memberikan informasi dan menambah wawasan siswa tentang PSG. Kesiapan guru yaitu menyiapkan materi-materi bimbingan dan tugastugas untuk siswa. Kesiapan instruktur yaitu menyiapkan hal-hal untuk bimbingan program kerja siswa menyusun jadwal dan memberikan informasi tentang tata tertib. Etos kerja yang diperlukan dan diharapkan adalah rajin dapat bekerja sama tanggung jawab disiplin jujur ulet patuh akan tata tertib dan lain sebagainya. Sistem evaluasi berisi penilaian tentang kedisiplinan kejujuran kerapian berpakaian tanggung jawa taat aturan kreatif dan inovatif . (2) aspek normatif PKn yang terdapat dalam pelaksanaan PSG yaitu ketaqwaan terlihat ketika siswa PSG melaksanakan kewajiban sholat lima waktu disaat istirahat gotong royong terlihat ketika siswa PSG saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan seperti menata kamar kedisiplinan terlihat ketika siswa PSG datang tepat waktu sebelum jam yang ditentukan kejujuran terlihat ketika siswa PSG menjaga keamanan barang-barang baik milik hotel tamu karyawan atau siswa PSG lainnya kekeluargaan terlihat ketika tidak ada perlakuan yang berbeda dari pihak hotel kepada siswa PSG maupun karyawan tanggung jawab terlihat ketika siswa PSG mau mengakui dan menerima akibat apabila mereka melakukan kesalahan dan kepatuhan terlihat ketika siswa PSG bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku serta memakai seragam sesuai dengan ketentuan (3) penerapan aspek normatif PKn terdapat pada sistem seleksi yaitu melalui data pemetaan SPK yang dilakukan melalui pengamatan sistem bimbingan yaitu pembekalan sikap dan mental siswa agar senantiasa menjaga sikap sesuai dengan aturan yang berlaku etos kerja yaitu sikap-sikap yang diperlukan ketika bekerja misalnya disiplin jujur tanggung jawab rajin dan masih banyak lagi lainnya dan sistem evaluasi yaitu hal-hal yang menjadi penilaian seperti jujur disiplin kerapian patuh akan tata tertib dan masih banyak lainnya. Dari hasil penelitian disarankan (1) bagi pihak sekolah pelaksanaan PSG perlu ditingkatkan mengingat besarnya manfaat PSG sebagai bekal siswa memasuki dunia kerja pemberian materi pelajarandisesuaikan dengan kompetensi penempatan dan pemberian pekerjaan disesuaikan dengan program keahlian siswa penerapan aspek normatif PKn hendaknya selalu diterapkan (2) bagi DU/DI diharapkan mempererat kerja sama dengan pihak sekolah dalam pembekalan siswa sebelum praktik kerja DU/DI dapat menciptakan suasana yang harmonis dengan siswa (3) bagi siswa hendaknya mempunyai kesiapan fisik dan mental untuk melaksanakan PSG motivasi untuk bekerja dengan baik dan profesional harus selalu ditingkatkan siswa menjaga hubungan baik dengan karyawan instruktur dan teman sejawat (4) bagi guru dan instruktur frekuensi monitoring guru ke industri perlu ditingkatkan agar dapat mengetahui secara pasti pelaksanaan PSG kinerja siswa dan permasalahan yang dihadapi oleh siswa guru dan instruktur hendaknya meningkatkna kemampuan dan pengetahuannya guru dan instruktur dapat bekerja sama dengan baik (5) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengangkat hal-hal baru dan potensial yang memiliki kaitan dengan pelaksanaan PSG maupun penerapan aspek normatif PKn.