UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Peranan koperasi simpan pinjam dalam pengembangan usaha tahu home industry di desa Tirtomarto kecamatan Ampelgading kabupaten Malang / Wahyu Nugroho Prawoko

Prawoko, Wahyu Nugroho - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci Koperasi Pengembangan usaha kecil Home Industry tahu Permodalan. Home industry merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar. Masyarakat di Desa Tirtomarto Kecamatan Ampelgading yang mayoritas berprofesi sebagai home industry tahu mendirikan usahanya untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. dalam pengembangan usaha mereka masih membutuhkan bantuan dari koperasi Simpan Pinjam untuk meminjam sejumlah uang yang digunakan untuk mendirikan sampai mengembangkan usaha home industry tahunya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana latar belakang pengembangan usaha home industry tahu di desa Tirtomarto Kecamatan Ampelgading (2) bagaimana pengembangan usaha home industry tahu di desa Titomarto Kecamatan Ampelgading (3) bagaimana peran koperasi simpan pinjam dalam mengembangkan usaha home industry tahu di desa Titomarto Kecamatan Ampelgading (4) bagaimanakah mekanisme simpan pinjam yang dilakukan oleh koperasi simpan pinjam terhadap pengembangan usaha home industry tahu di desa Titomarto Kecamatan Ampelgading (5) Bagaimana hambatan yang dihadapi oleh home industry tahu dalam pengembangan usahanya di desa Titomarto Kecamatan Ampelgading (6) bagaimana upaya pengusaha home industry tahu mengatasi hambatan dalam mengembangkan usahanya di desa Titomarto Kecamatan Ampelgading. Dengan tujuan penelitian ingin memperoleh informasi tentang pengembangan home industri tahu di desa Titomarto Kecamatan Ampelgading. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dengan alasan peneliti tidak melakukan hipotesis. Subyek penelitian ini adalah kepala koperasi simpan pinjam dan pemilik usaha home industry tahu. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik keikutsertaan di lapangan ketekunan pengamatan triangulasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh enam simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama Pengusaha home industry tahu di Desa Tirtomarto Kecamatan Ampelgading mendirikan usahanya dengan modal skill yang dimilikinya. Tujuan didirikannya usaha home industry ini karena ingin ii mendapatkan penghasilan sendiri yang dirasa kurang apabila bekerja di tempat home industry milik orang lain.Kedua pengusaha home industry tahu di Desa Tirtomarto Kecamatan Ampelgading mengembangkan usahanya dengan dua cara yaitu dengan mengembangkan industry dan dengan meningkatkan pemasaran. Ketiga Koperasi Simpan Pinjam berperan sebagai penyedia modal bagi para pengusaha home industry tahu yang ingin mengembangkan usahanya. Keempat mekanisme simpan pinjam yang dilakukan oleh koperasi simpan pinjam Paguyuban Angudi Tentrem adalah yang pertama para pengusaha tahu tersebut harus terdaftar sebagai anggota. selanjutnya mereka harus membayar sejumlah uang sebagai simpanan pokok simpanan wajib dan simpanan sukarela. Kelima beberapa hambatan dalam pengembangan usaha home industry tahu di Desa Tirtomarto Kecamatan Ampelgading ini bisa berasal dari dalam home industry tahu dan dari luar industry tahu hambatan dari dalam antara lain rusaknya mesin pengolah kedelai tidak adanya modal untuk mengembangkan usaha sakitnya tenaga kerja dan adanya tenaga kerja yang keluar dari home industry tahu. Untuk hambatan dari luar meliputi mahal dan langkanya bahan baku untuk memproduksi tahu mogoknya kendaraan dan apabila cuaca buruk. Keenam untuk hambatan dari dalam dapat diatasi dengan cara meminta bantuan kepada pengusaha tahu lain meminjam dana ke koperasi simpan pinjam dan mencari tenaga kerja baru untuk menggantikan tenaga kerja yang keluar dari home industry. Hambatan dari luar bisa diatasi dengan cara membeli bahan baku berupa kedelai minyak goreng kayu bakar dalam jumlah banyak disaat harga belum naik menyediakan kendaraan cadangan dan menyediakan peralatan untuk melindungi hasil produksi tahu jika cuaca sedang tidak baik. Saran yang diberikan penulis yaitu koperasi simpan pinjam Paguyuban Angudi Tentrem ini tidak hanya membantu dengan bantuan dana saja tetapi juga membantu dalam bidang pemasaran dan untuk pengusaha home industry tahu sebaiknya mengembangkan usahanya dengan cara tidak hanya memproduksi tahu tetapi juga memproduksi makanan lain yang berbahan dasar tahu sehingga dapat meningkatkan keuntungan.


Informasi Detail
DDC
Rs 338.641 PRA p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2011.
Deskripsi Fisik
ix, 121 + [11] lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
04425/KI/11
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. INDUSTRI KECIL
2. INDUSTRI TAHU - PENGEMBANGAN

Pembimbing
1. M. YUDHI BATUBARA ; 2. KETUT DIARA ASTAWA
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik