Skripsi
Pengaruh perubahan suhu terhadap perubahan viksositas senyawa hasil oksidasi minyak jarak Cina (Castok oil) PCC (Pyridinium Chloro Chromate) sebagai pelumas / Fiddyah Anggraeni Siwipriharani
Abstrak
Kata kunci minyak jarak cina PCC pelumas viskositas. Pelumas merupakan zat kimia yang umumnya berbentuk cair yang mempunyai fungsi utama untuk mengurangi gesekan pada benda. Pelumas yang saat ini paling banyak ditemukan adalah pelumas yang berbahan dasar dari minyak bumi atau petroleum yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Saat ini para peneliti mencoba membuat pelumas berbahan dasar minyak nabati. Salah satu minyak nabati yang dapat digunakan sebagai pelumas adalah minyak jarak cina (castor oil). Minyak jarak cina diambil dari tumbuhan biji jarak (Ricinus communis Linn) dengan cara pengepresan atau ekstraksi menggunakan pelarut. Alasan penggunaan minyak jarak sebagai pelumas karena minyak jarak bersifat racun sehingga tidak dapat digunakan sebagai minyak pangan. Pemanfaatan minyak jarak cina hanya sebatas pada pelumas untuk mesin-mesin hidroulik saja karena nilai viskositasnya yang tinggi. Viskositas minyak jarak cina dapat diturunkan dengan cara mengubah gugus hidroksil pada asam risinoleat menjadi gugus lain yang tidak membentuk ikatan hidrogen. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menurunkan viskositas minyak jarak cina adalah dengan cara mengoksidasi minyak jarak cina dengan oksidator selektif PCC yang mampu mengoksidasi gugus hidoksil menjadi karbonil tanpa mengoksidasi ikatan rangkapnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap viskositas hasil oksidasi minyak jarak cina oleh oksidator selektif PCC. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang dan di Universitas Brawijaya untuk identifikasi senyawa hasil oksidasi dengan spektrofotometer FT/IR. Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah pembuatan oksidator PCC oksidasi minyak jarak cina oleh PCC analisis hasil oksidasi dengan kromatografi lapis tipis identifikasi gugus fungsi dengan spektrofotometer inframerah dan karakterisasi viskositas pada berbagai suhu indeks bias dan densitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai viskositas pada suhu 250C 400C 500C 600C 700C 800C 900C 1000C berturut-turut adalah sebesar 636 3 cSt 614 8 cSt 578 3 cSt 533 3 cSt 505 4 cSt 473 2 cSt 433 5 cSt 408 8 cSt. Nilai viskositas pada 400C masuk dalam rentang viskositas pelumas roda gigi industri no. 8 menurut standar AGMA.