Skripsi
Stres, sumber stres dan coping stres pada terapis ABK di Beloved Kanti / Bagoes Prastyo Permadi
Abstrak
Kata Kunci stress sumber stres coping stres terapis ABK Salah satu profesi yang rentan terhadap stres adalah terapis. Tidak lain karena pekerjaan tersebut berkaitan dengan besarnya keterlibatan emosional yang dapat menimbulkan tekanan yang cukup besar dalam diri terapis. Sutjipto (2001) mengatakan bahwa kesalahan seorang dokter bisa berakibat kematian sementara kesalahan seorang terapis bisa membekas pada kepribadian siswa seumur hidupnya. Faktor-faktor yang menjadi penyebab stres kerja bisa berasal langsung dari situasi pekerjaan maupun di luar pekerjaan (Dipboye dkk 1994 Smither 1998). Fokus penelitian yang akan diteliti (1) stres yang dialami terapis ABK di Beloved Kanti (2) sumber-sumber stres terapis ABK di Beloved Kanti dan (3) Perilaku coping stres yang dilakukan oleh terapis ABK di Beloved Kanti Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kedudukan peneliti sebagai pengumpul data utama dan instrumen analisis menggunakan catatan lapangan menggunakan analisis induktif dan menghasilkan temuan deskripif yang sangat jelas. Pengambilan sampel penelitian menggunakan metode snowball sampling. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang dengan kriteria (1) Bekerja sebagai terapis ABK (2) bekerja sebagai terapis ABK di Beloved Kanti. Alat pengumpul data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan disusun menjadi kesimpulan penelitian. Dari hasil penelitian stres yang dialami oleh terapis ABK di Beloved Kanti meliputi psikologis fisiologis dan perilaku. Sedangkan sumber stres yang dialami terapis ABK berasal dari internal dan eksternal. Internal yaitu dalam keadaan sakit (illness) dan adanya konflik dalam diri. Sedangkan eksternal meliputi tekanan lingkungan yang bersifat eksternal baik lingkungan tempat kerja maupun lingkungan sosialnya. Coping stres yang dilakukan oleh ketiga partisipan mencakup Problem Focus Coping Emotion Focus Coping dan Coping Tidak Efektif. Namun terdapat perbedaan-perbedaan perilaku coping yang muncul antara partisipan satu dengan yang lain. Perilaku coping stres yang sama dilakukan oleh ketiga partisipan adalah mencari dukungan sosial (Seeking social support for instrumental reason). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan (1) Bagi terapis ABK di Beloved Kanti agar lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan yang dapat berfungsi mengurangi stres yang dialami di tempat kerja serta instropeksi diri masing-masing individunya hal ini bertujuan untuk menekan perasaan emosi negatif (2) bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk dilakukan penelitian terhadap partisipan dengan karakteristik-karakteristik lain yang berbeda dan dengan lokasi penelitian di tempat lain agar dapat memperoleh data yang lebih kaya mengenai topik penelitian. Selain itu untuk peneliti selanjutnya disarankan agar melakukan penelitian yang lebih mendalam agar dapat diketahui sumber stres dan coping stres terapis yang lain.