Skripsi
Hubungan kondisi dan penggunaan sarana dan prasarana dengan keefektifan pembelajaran di SMK Negeri se-Kabupaten Tulungagung / Dian Anisawati
Abstrak
Kata kunci kondisi sarana prasarana pendidikan penggunaan sarana prasarana pendidikan keefektifan pembelajaran Pendidikan merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pernyataan ini muncul dengan adanya indikasi bahwa selama ini pendidikan merupakan suatu hal penting dalam kehidupan individu misalnya pada dunia kerja jenjang pendidikan lebih diperhitungkan. Fasilitas pengajaran merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan kelengkapan dan ketersediaan fasilitas pendidikan di sekolah sangat berpengaruh terhadap keefektifan pengajaran (Soetopo Sumanto 1989 183). Fasilitas pengajaran adalah sarana dan prasarana yang memenuhi kebutuhan sekolah. Dalam hal ini yang dimaksud sarana adalah semua peralatan dan perlengkapan yang langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah. Sedangkan prasarana adalah semua komponen yang secara tidak langsung menunjang lancarnya proses pendidikan di sekolah. Sarana dan prasarana pendidikan salah satu faktor kemajuan pendidikan dan dapat dijadikan sebagai tolok ukur penentu arah dan tujuan pendidikan dengan cara pemanfaatan dan pemeliharaan dengan baik. Untuk itu dibutuhkan upaya-upaya dari setiap lembaga pendidikan dalam menjaga dan memelihara agar sarana prasarana selalu dalam kondisi baik dan siap pakai saat dibutuhkan sewaktu-waktu oleh komponen sekolah. Upaya menjaga dan memelihara kondisi dari sarana dan prasarana pendidikan adalah tanggung jawab seluruh warga sekolah agar sarana prasarana pendidikan berdayaguna sepenuhnya sebagai penunjang pembelajaran selain itu juga dapat membantu terlaksananya pembelajaran agar dapat berjalan efektif sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. Masalah dalam penelitian ini meliputi 1) seberapa layak tingkat kondisi sarana dan prasarana pendidikan di SMKN Se-Kabupaten Tulungagung 2) seberapa tinggi penggunaan sarana dan prasarana pendidikan di SMKN Se-Kabupaten Tulungagung 3) seberapa tinggi keefektifan pembelajaran di SMKN Se-Kabupaten Tulungagung 4) apakah ada hubungan antara kondisi sarana dan prasarana pendidikan dengan keefektifan pembelajaran 5) apakah ada hubungan antara penggunaan sarana dan prasarana pendidikan dengan keefekfifan pembelajaran 6) apakah ada hubungan antara kondisi dan penggunaan sarana dan prasarana pendidikan dengan keefektifan pembelajaran di SMKN se-Kabupaten Tulungagung . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional. Penelitian ini mempunyai 3 variabel yaitu variabel bebas adalah Kondisi Sarana Prasarana Pendidikan (X1) dan variabel penggunaan Sarana Prasarana Pendidikan (X2) serta Keefektifan Pembelajaran (Y). Populasi penelitian ini adalah guru di SMK Negeri se-kabupaten Tulungagung yang berjumlah 537 orang. Sampel penelitian penelitian berjumlah 229 orang dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik pengumpulan data dengan angket selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskriptif teknik analisis regresi berganda dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum 1) Kondisi sarana prasarana pendidikan di SMK Negeri se-Kabupaten Tulungagung adalah berkualifikasi layak dengan persentase 61 57% 2) Penggunaan sarana prasarana pendidikan di SMK Negeri se-Kabupaten Tulungagung adalah berkualifikasi tinggi dengan persentase 66 81% 3) Keefektifan pembelajaran Negeri se-Kabupaten Tulungagung adalah tinggi dengan persentase 64 63% 4) Terdapat hubungan yang signifikan kondisi sarana prasarana pendidikan dan keefektifan pembelajaran berdasarkan pada probabilitas (Sig) 0 013 0 05 dan t hitung (2 494) ttabel (1 6515) maka H0 ditolak koefisien regresi signifikan dengan koefisien korelasinya 0 916 5) Terdapat hubungan yang signifikan penggunaan sarana prasarana pendidikan dan keefektifan pembelajaran berdasarkan probabilitas(Sig.) 0 005 0 05 dan t hitung (2 834) ttabel (1 6515) maka H0 ditolak koefisien regresi signifikan dengan koefisien korelasinya 0 916 6) Terdapat hubungan positif kondisi dan penggunaan sarana prasarana pendidikan dengan keefektifan pembelajaran di SMK Negeri se-Kabupaten Tulungagung dengan Fhitung ( 7 007) Ftabel(3 092). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kondisi dan penggunaan sarana prasarana dengan keefektifan pembelajaran. Hal ini berarti secara simultan terdapat hubungan kondisi dan penggunaan sarana prasarana dengan keefektifan pembelajaran di SMK Negeri se-Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian dikemukakan saran-saran sebagai berikut yaitu 1) Bagi wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana SMKN se-Kabupaten Tulungagung Wakil kepala sekolah bagian sarana dan prasarana pendidikan SMKN se-Kabupaten Tulungagung sebaiknya tetap memelihara dan mendayagunakan serta mengoptimalkan sebaik-baiknya sarana prasarana pendidikan yang dimiliki. Pemeliharaan dapat dilakukan dengan pemeliharaan rutin dan berkala. Selain itu memberikan petunjuk teknis penggunanan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dan benar melalui contoh penggunaan. Petunjuk penggunaan ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan teknis penggunaan sehingga sarana dan prasarana tersebut tidak mudah rusak dan dalam kondisi baik bila dibutuhkan sewaktu-waktu terutama dalam kegiatan pembelajaran 2) Bagi guru SMKN se-Kabupaten Tulungagung Hendaknya guru mendayagunakan peserta didik di dalam pembelajarannya untuk menggunakan sarana prasarana sesuai pedoman agar sarana prasarana tetap dalam kondisi baik dan siap pakai sehingga secara tidak langsung sarana prasarana di sekolah tetap terjaga 3) Bagi peneliti selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya. Apabila ingin melakukan penelitian yang sejenis sebaiknya penelitian ini lebih dikembangkan secara lengkap dengan subjek yang berbeda serta lebih mengembangkan variabel sub-variabel dan indikatornya misalnya meneliti tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kondisi dan penggunaan sarana prasarana itu layak.