Skripsi
Penerapan model stad untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pokok bahasan koperasi kelas IV SDN Ketawanggede 1 Malang / Dedi Wahyudi Istanto
Abstrak
Kata kunci Model STAD Aktivitas siswa Hasil Belajar Pembelajaran IPS. Pemilihan model dalam pembelajaran akan menentukan bagaimana proses pembelajaran di dalam kelas. Model pembelajaran digunakan sesuai dengan kebutuhan siswa karena setiap model pembelajaran mempunyai tujuan prinsip dan penekanan yang berbeda Untuk memilih model yang tepat maka perlu diperlukan relevansinya dengan pencapaian dengan tujuan pembelajaran. Dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat diharapkan terciptanya interaksi multi arah dalam pembelajaran yaitu antara guru dengan siswa siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Hasil observasi di SDN Ketawanggede I kota Malang di kelas IV menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami permasalahan dalam pembelajaran. Permasalahan dalam pembelajaran tersebut bermacam-macam diantaranya adalah pembelajaran yang terlalu banyak menggunakan metode ceramah kurangnya variasi model pembelajaran menyebabkan siswa mudah bosan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Ketawanggede I Malang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan materi koperasi di kelas IV SDN Ketawanggede I Malang dan untuk mengembangkan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Siswa akan belajar dalam kelompok kecil yang beranggotakan 4-6 siswa untuk memahami materi dan menyelesaiakan tugas dari guru dengan bekerjasama dalam kelompok. Ada 5 tahapan dalam model pembelajaran koooperatif tipe STAD yaitu 1) tahap penyajian materi 2) tahapa kegiatan kelompok 3) tahap tes individu 4) tahap perhitungan skor individu dan kelompok dan 5) tahap penghargaan kelompok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Pada penelitian ini menggunakan model peneliti sebagai guru dengan kerjasama kepada guru kelas sebagai observer pada saat peneliti melaksanakan tindakan (mengajar). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Ketawanggede I kota Malang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data paparan data dan penarikan kesimpulan. Siklus I menggunakan model pembelajaran STAD (Students Teams Achievement Divisions). Siklus II menggunakan model pembelajaran STAD (Students Teams Achievement Divisions ) dengan kopsis sebagai media dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut 1) Penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan keaktivan siswa 2) Setelah diterapkannya model pembelajaran STAD pada siklus I materi koperasi nilai rata-rata siswa 69 76 sedangkan pada siklus II nilai rata-rata 83 09. Pembelajaran dengan model STAD perlu diterapkan di kelas karena dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dengan dibentuk berkelompok siswa dapat saling membantu dalam proses pembelajaran. Ide-ide yang diutarakan siswa dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran yang tepat dan mudah dipahami oleh siswa. Guru hendaknya mengembangkan potensi diri siswa dengan cara mengemukaan pendapat menyampaikan sanggahan dan lebih aktif dalam jalannya diskusi yang berlangsung saat proses belajar mengajar.