Skripsi
Peningkatan kemampuan siswa membuat benda karya seni dengan teknik konstruksi memanfaatkan limbah rumah tangga di kelas IV SDN Kotalama I kota Malang / Cholida Fauzia
Abstrak
Kata Kunci Limbah rumah tangga Karya seni Teknik konstruksi. Kecenderungan untuk membuang limbah rumah tangga tidak terpakai ialah salah satu penyebab bertambahnya polusi yang ada di lingkungan sekitar sehingga perlu adanya kepekaan guru sebagai pendidik serta siswa untuk memanfaatkan limbah tersebut dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas. Untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap penerapan teknik konstruksi guru bisa menggunakan kardus bekas dari bahan kemasan yang dari teksturnya kardus sangat mendukung teknik konstruksi yang akan diciptakan oleh siswa. Secara khusus permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini meliputi (1) penerapan pembelajaran Seni Budaya dan ketrampilan materi pembuatan karya seni teknik konstruksi dengan memanfaatkan limbah rumah tangga di kelas IV SDN Kotalama I Malang (2) kreativitas siswa dalam pembelajaran Seni Budaya dan Ketrampilan materi pembuatan karya seni teknik konstruksi dengan memanfaatkan limbah rumah tangga serta (3) hasil belajar membuat benda karya seni konstruksi dengan memanfaatkan limbah rumah tangga di kelas IV SDN Kotalama I Malang. Tujuan utama pemanfaatan limbah rumah tangga ialah dapat meningkatkan kretaivitas siswa dalam membuat benda karya seni dengan menggunakan teknik konstruksi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan model kolaboratif. Subyek dalam penelitian ini ialah siswa kelas IV yang berjumlah 27 siswa dengan 15 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan serta seorang guru seni budaya dan ketrampilan. Sedangkan instrument yang dipakai yaitu APKG 1 APKG 2 Format observasi proses kegiatan siswa Format observasi hasil karya seni siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembuatan benda karya seni dengan teknik konstruksi dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga berupa kardus bekas kemasan. Prosentase peningkatan yang ditunjukkan oleh kelompok 1 mencapai 30% kelompok 2 mencapai peningkatan 20% kelompok 3 mencapai peningkatan 30% dan kelompok IV mencapai peningkatan 30%. Perbedaan peningkatan skor perolehan tersebut terletak pada skor awal yang dicapai oleh masing-masing kelompok. Sehingga besar prosentase peningkatannya juga berbeda akan tetapi secara keseluruhan pada siklus 2 akhir dari tindakan masing-masing kelompok mampu memperoleh skor maksimal dari aspek penilaian yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa kepekaan terhadap lingkungan sekitar akan banyak bermanfaat bagi proses pembelajaran disekolah. Selain kreativitas siswa meningkat pemahaman siswa terhadap teknik konstruksi suatu benda juga akan meningkat.