Skripsi
Kehidupan sosial ekonomi petani garam di desa Aeng Sareh Kecamatan sampang Kabupaten sampang / Ismawati
Abstrak
Kata Kunci Sosial Ekonomi Petani Garam Kabupaten Sampang Air laut dengan sinaran matahari mampu menghasilkan garam yang sejak dulu dikenal sebagai produk utama masyarakat Madura khususnya masyarakat yang bertempat tinggal di daerah pesisir tidak terkecuali para petani garam di Desa Aeng Sareh. Petani garam bekerja dengan memanfaatkan tanah air laut dan matahari sebagai sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi selama musim hujan para petani garam tidak dapat memproduksi garam hal ini mengharuskan para petani garam melakukan berbagai strategi agar dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan kehidupan sosial petani garam di Desa Aeng Sareh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. (2) mendeskripsikan kehidupan ekonomi petani garam di Desa Aeng Sareh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang. (3) mendeskripsikan strategi yang dilakukan oleh petani garam dalam mempertahankan hidupnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di Desa Aeng Sareh. Sumber data dalam penelitian ini adalah manusia dokumen dan foto. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data hasil penelitian sebagai berikut. Pertama kehidupan sosial para petani garam di Desa Aeng Sareh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang dalam hal interaksi sosial baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat yaitu mereka tidak hanya berkomunikasi secara langsung tetapi mereka juga menggunakan alat komunikasi yaitu HP. Petani garam sebagai anggota masyarakat mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada dimasyarakat seperti mengikuti perkumpulan pengajian. Mereka juga melakukan kerja sama dengan masyarakat disekitarnya. Sedangkan dalam hal pekerjaan maupun dalam kehidupan bermasyarakat para petani garam juga tidak terlepas dari persaingan dan konflik. Kedua kehidupan ekonomi para petani garam di Desa Aeng Sareh Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang berdasarkan tingkat pendapatan yaitu memiliki penghasilan rata-rata antara Rp 25.000 sampai Rp 45.000 per hari dengan jumlah tanggungan rata-rata antara 4 orang sampai 6 orang. Dalam hal pendidikan tingkat pendidikan para petani garam hanya menempuh sekolah dasar (SD) sedangkan tingkat pendidikan putra-putri mereka sampai bangku SMA/ Sederajat. Para putra-putri petani garam di Desa Aeng Sareh ini bersekolah Madrasah Sore atau TPA serta mengaji di surau. Sedangkan akses untuk ii mendapatkan pendidikan putra-putrinya yang masih duduk di bangku SD/ Sederajat dan SMP/ Sederajat seperti biaya pendidikan ditanggung oleh pemerintah. Untuk biaya sekolah madrasah sore atau TPA hanya membayar uang SPP sebesar Rp 5000 per bulan sedangkan untuk biaya mengaji para petani garam hanya membayar uang listrik sebesar Rp 2000 per bulan. Ketiga strategi yang dilakukan para petani garam dalam mempertahankan hidup yaitu seperti bekerja sambilan meminimalisasikan pengeluaran mengikuti arisan dan menabung memanfaatkan barang bekas untuk ditukar dengan makanan seperti kerupuk meminjam uang kepada famili dan pemilik warung untuk keperluan yang mendesak serta menjual barang-barang berharga untuk memenuhi kebutuhan besar. Berdasarkan hasil penelitian di atas saran yang diajukan adalah (1) bagi petani garam disarankan untuk lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas baik dalam memproduksi garam maupun dalam hal pekerjaan lainnya serta lebih aktif dalam menjalin kerja sama/ relasi dengan lembaga setempat seperti KUD (koperasi unit desa) agar dapat meningkatkan pendapatan sehingga dapat memenuhi segala kebutuhan hidupnya. (2) bagi pemerintah Kabupaten Sampang disarankan untuk lebih memperhatikan para petani khususnya petani garam di Desa Aeng Sareh. Misalnya mengadakan program seperti penyuluhan baik tentang cara memproduksi garam yang berkualitas maupun tentang pekerjaan sambilan ketika tidak memproduksi garam dalam upaya meningkatkan pendapatan karena bertani garam itu adalah musiman. (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan apabila melakukan penelitian lain yang sejenis diharapkan dapat lebih memperdalam dan mempertajam pembahasan pada pokok-pokok permasalahan seperti peranan anggota keluarga dalam bekerja untuk meningkatkan pendapatan.