Tugas Akhir
Penggunaan peta konsep untuk meningkatkan pemahaman konsep IPS siswa kelas V MI Darussalam Malang / Ismawati
Abstrak
Kata kunci pemahaman konsep ips peta konsep Ilmu Pengetahuan Sosial (social studies) pada hakekatnya adalah mempelajari interaksi antara individu dengan masyarakat dan lingkungannya. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memegang peranan penting dalam mengembangkan kemampuan hidup siswa. Pada waktu kegiatan pembelajaran IPS di MI Darussalam khususnya materi mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan jepang siswa tampak malas dan kurang antusias dalam memahami hal yang disampaikan Guru waktu siswa mengerjakan soal suasana kelas tidak kondusif sehingga kelancaran pembelajaran terganggu siswa juga kesulitan untuk memahami materi. Efek secara umum adalah pemahaman konsep IPS di kelas V menjadi rendah. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah (a)Bagaimanakah penerapan penggunaan peta konsep untuk meningkatkan pemahaman konsep mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan jepang Siswa Kelas V MI Darussalam Malang (b)Apakah penerapan penggunaan peta konsep dapat meningkatkan pemahaman konsep mendeskripsikan perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan jepang Siswa Kelas V MI Darussalam Malang Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus menggunakan model Kemmis dan Taggart meliputi perencanaan tindakan pelaksanaan tindakan observasi tindakan dan refleksi hasil tindakan. Subyek penelitian adalah siswa kelas V tahun pelajaran 2010-2011 MI Darussalam Malang. Instrumen yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pemahaman konsep IPS siswa Kelas V MI Darussalam meningkat. Pada siklus ke-1 pertemuan 1 skor rata-rata siswa 47 yang termasuk dalam klasifikasi C (kemampuan berpeta konsep siswa kurang). Pada pertemuan ke-2 skor rata-rata siswa 59 yang termasuk dalam klasifikasi C (kemampuan berpeta konsep siswa kurang). Pada siklus ke-2 pertemuan 1 skor rata-rata siswa 79 yang termasuk dalam klasifikasi B (kemampuan berpeta konsep siswa cukup baik). Pada pertemuan ke-2 skor rata-rata siswa 85 yang termasuk dalam klasifikasi A (kemampuan berpeta konsep siswa baik). Hasil tes pada siklus 1 nilai rata-rata hasil belajar siswa 60 pada siklus 2 meningkat menjadi 65. Pada siklus 1 56 % siswa mencapai KKM sedangkan pada siklus 2 89% siswa mencapai KKM. Dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami peningkatan sebesar 33%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan (1)Guru hendaknya menggunakan peta konsep dalam membelajarkan anak pada materi perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Dapat pula digunakan model dan metode pembelajaran yang lain untuk mengembangkan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan penuh kreativitas. (2) Kepala Sekolah dan Pengawas dapat mensosialisasikan hasil penelitian ini kepada guru-guru lain sepengawasan.