Skripsi
Kemampuan rasio keuangan dalam memprediksi peringkat obligasi / Meytha Wedhasari
Abstrak
Kata Kunci Rasio Keuangan Peringkat Obligasi Teknik Diskriminan Peringkat obligasi merupakan suatu alat informasi dalam menganalisis skala resiko obligasi yang diperdagangkan. Skala ini menunjukan tingkat keamanan suatu obligasi. Keamanan ini ditunjukan oleh kemampuan dalam membayar bunga dan pelunasan pokok pinjaman. Agen pemeringkat dalam menentukan pemeringkat suatu obligasi dipengaruhi oleh beberapa kriteria salah satu diantaranya adalah rasio keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan bukti empiris rasio keuangan yang dapat membedakan peringkat obligasi antara perusahaan investment grade dan non-investment grade serta memperoleh model prediksi peringkat obligasi yang dapat menilai secara tepat. Rasio keuangan yang digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi adalah rasio likuiditas rasio leverage rasio solvabilitas dan rasio cakupan. Populasi dari penelitian ini adalah semua perusahaan yang mengeluarkan obligasi dan memiliki peringkat obligasi di PT. Pefindo. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Sejumlah 28 perusahaan dalam periode 2008- 2009 yang memenuhi kriteria. Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik diskriminan dengan model stepwise. Teknik diskriminan digunakan karena sesuai dengan karakteristik variabel dependen yaitu peringkat obligasi yang merupakan skala ordinal. Stepwise pada teknik diskriminan digunakan karena model ini dapat membentuk suatu fungsi dari variabel terbaik. Hasil dari penelitian ini adalah (1) variabel bebas berupa rasio keuangan (likuiditas solvabilitas leverage dan cakupan bunga) terbukti dapat membedakan kategori peringkat obligasi antara investment grade (AAA AA A dan BBB) dengan non investment grade (BB B CCC dan D) (2) rasio keuangan yang dapat digunakan sebagai model adalah rasio likuiditas dengan proksi rasio lancar dan rasio leverage dengan proksi kewajiban jangka panjang/ total aktiva tingkat ketepatan dari model prediksi yang terbentuk adalah sebesar 82 1%. Kemudian model ini digunakan untuk memprediksi peringkat obligasi dari 18 perusahaan pada Triwulan I tahun 2011. Terbukti model ini dapat memprediksi sebesar 83 3%. Saran yang dapat diberikan adalah (1) untuk peneliti selanjutnya dapat menambahkan rasio keuangan lain agar kemampuan prediksi dapat lebih tinggi dan disarankan untuk menggunakan laporan keuangan triwulan sehingga dapat dihasilkan penelitian yang lebih akurat.(2) Kreditur sebaiknya memperhatikan posisi keuangan perusahaan karena laporan keuangan perusahaan terbukti mampu memprediksi tingkat keamanan obligasi. (3) Sebelum calon kreditur memberikan kredit kepada perusahaan sebaiknya melihat keadaan keuangan perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan. (4) Hendaknya pihak perusahaan dapat meningkatkan atau memperbaiki kinerja keuangannya karena kinerja keuangan digunakan sebagai bahan pertimbangan investasi oleh investor.