Tugas Akhir
Studi pelaksanaan kolom dan balok beserta rincian anggaran biaya pada proyek pembangunan sentra bisnis Driyorejo Sidoarjo / Tevit Dwi Septiawan
Abstrak
Kata kunci pelaksanaan kolom dan balok anggaran biaya Kolom dan balok adalah elemen struktur bangunan yang berfungsi meneruskan beban dari struktur di atasnya ke struktur bawahnya. Kegagalan dalam merencanakan dan melaksanakannya dapat berakibat langsung pada runtuhnya struktur-struktur lain yang berhubungan dengan kolom dan balok maka dalam hal ini diperlukan perencanaan yang teliti dan pengawasan yang ketat dalam pelaksanaannya. Studi lapangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan kolom dan balok serta rincian anggaran biaya. Hasil studi ini diharapkan dapat menambah pemahaman cara merencanakan melaksanakan dan menghitung anggaran biaya pekerjaan kolom dan balok. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mendiskripsikan hasil temuan lapangan kemudian mencocokkan dengan standar perencanaan dan pelaksanaan sehingga dapat diambil kesimpulan. Hasil perencanaan kolom K2 dimensi 20 cm 40 cm dengan metode tulangan 2 sisi menggunakan besi beton 6 D13 dengan sengkang 10-12 5 cm yang mampu memikul kombinasi beban axial (Pu) sebesar 66 2623 kN dan momen (Mu) sebesar 19.964 kNm. Sedangkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan kolom K2 dimensi 20 cm 40 cm menggunakan besi beton 12 D13 dengan sengkang 10-12 5 cm. Pada perencanaan balok B2-1 dimensi 20 cm 30 cm untuk balok B2-1 di daerah tumpuan untuk tulangan tarik menggunakan besi beton 6 D13 dengan sengkang 8-15 cm yang mampu memikul momen (Mu) sebesar 41.635 kNm dan untuk tulangan tekan menggunakan besi beton 5 D13 dengan sengkang 8-15 cm yang mampu memikul momen (Mu) sebesar 34.573 kNm. Sedangkan perencanaan untuk balok B2-1 dimensi 20 cm 30 cm di daerah lapangan untuk tulangan tarik dan tekan menggunakan besi beton 3 D13 dengan sengkang 8-15 cm yang mampu memikul momen (Mu) sebesar 21.241 kNm. Sedangkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan balok B2-1 dimensi 20 cm 30 cm di daerah tumpuan untuk tulangan tarik menggunakan besi beton 3 D13 dengan sengkang 8-15 cm dan untuk tulangan tekan menggunakan besi beton 2 D13 dengan sengkang 8-15 cm. Sedangkan balok B2-1 dimensi 20 cm 30 cm di daerah lapangan untuk tulangan tarik dan tekan menggunakan besi beton 2 D13 dengan sengkang 8-15 cm. Pada tahapan pekerjaan kolom dan balok dimulai dari pekerjaan penulangan bekisting pengecoran pembongkaran bekisting dan perawatan beton umumnya telah sesuai dengan teori. Namun pada pengecoran kolom terjadi beberapa kesalahan yaitu dalam pelaksanaan pengecoran beton tidak memperhitungkan jarak jatuh ke permukaan terdekat hal ini dapat mengakibatkan penumpukan pada dasar kolom. Pada proyek ini telah terjadi perbedaan perhitungan biaya pekerjaan kolom K2 dan balok B2-1 antara biaya pelaksanaan pekerjaan di lapangan sebesar Rp 2.179.384.301 dengan biaya hasil perencanaan yaitu sebesar Rp 2.223.424.769. Perbedaan hasil biaya terjadi dikarenakan besi beton yang digunakan antara hasil perencanaan dan hasil pada lapangan berbeda Dari angka tersebut telah diketahui bahwa pelaksanaan pekerjaan kolom K2 dan balok B2-1 telah terjadi pembesaran biaya. Perbedaan tersebut dapat diartikan sebagai kerugian dari pelaksana atau pemborong. Berdasarkan hasil studi lapangan dapat disarankan untuk melakukan pengawasan yang lebih teliti terutama pada perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan kolom dan balok sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana kerja.