Skripsi
Pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan perbankan (studi kasus pada perusahaan perbankan yang listing di BEI tahun 2008-2010) / Wahyu Wardana Putra
Abstrak
Kata Kunci Good Corporate Governance Teori Keagenan Kepemilikan Institusional Dewan Komisaris Dewan Direksi Proporsi Komisaris Independen Komite Audit CFROA. Corporate governance merupakan sebuah mekanisme yang mampu mengatasi konflik-konflik antara pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam agency theory hubungan agensi muncul ketika prinsipal mempekerjakan agen untuk memberikan suatu jasa dan kemudian mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada agen. Pemisahan kepemilikan dan pengelolan perusahaan ini akan memunculkan perbedaan kepentingan antara prinsipal dan agen yang dapat menumbuhkan konflik kepentingan. Corporate governance muncul untuk mengendalikan perilaku dan mengatasi konflik antar pihak-pihak dalam perusahaan. Hasil penelitian terdahulu terhadap corporate governance menunjukkan hasil yang tidak konsisten sehingga dilakukan penelitan serupa dengan obyek yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menemukan bukti empiris pengaruh penerapan good corporate governance terhadap kinerja keuangan perbankan di Indonesia. Populasi penelitian ini adalah 27 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2008-2010 metode purposive sampling digunakan untuk menghasilkan sampel sebanyak 21 perusahaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS for Windows 16 0. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh good corporate governance terhadap kinerja keuangan. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara parsial dewan komisaris dan komite audit berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan. Sedangkan kepemilikan institusional dewan direksi dan proporsi komisaris independen tidak berpengaruh. Secara simultan komponen pembentuk good corporate governance ini berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah menambah sampel perusahaan dan memperpanjang periode pengamatan. Menambahkan mekanisme good corporate governance yang lebih spesifik misalnya pengelolaan risiko kualitas audit jumlah rapat dewan direksi karakteristik dewan direksi dan variabel lain seperti leverage manajemen laba dan ukuran perusahaan. Variabel bebas yang lebih kompleks seperti Tobin s Q dan Economic Value added (EVA) dapat ditambahkan untuk mendapatkan hasil yang lebih konsisten.