Skripsi
Penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat bantu penilaian kinerja manajer (Studi kasus pada Rumah Sakit islam Madinah Kasembon, Malang) / Linda Amelia Sari
Abstrak
Kata Kunci Akuntansi Pertanggungjawaban Kinerja Manager Dalam sebuah organisasi akuntansi pertanggungjawaban mempunyai peran penting sebagai alat pelaporan dan pertanggungjawaban kepada pimpinan. Pertanggungjawaban merupakan jaminan bahwa kinerja yang dilakukan telah sesuai dengan kebijakan yang telah digariskan. Ide dasar dari akuntansi pertanggungjawaban adalah bahwa seorang manajer harus bertanggung jawab atas permasalahan tertentu sehingga manajer dapat melakukan pengendalian pada tingkat yang signifikan. Timbulnya akuntansi pertanggungjawaban dilatarbelakangi dengan adanya penilaian terhadap prestasi seorang manajer sejauh mana ia mengelola hal-hal yang secara langsung berada dibawah kendalinya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja manajer Pelayanan Medis RSUI Madinah Kasembon yang dinilai menggunakan Akuntansi Pertanggungjawaban. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dokumentasi dan wawancara. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu analisis terhadap syarat penerapan akuntansi pertanggungjawaban. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa kinerja manajer Pelayanan Medis RSUI Madinah Kasembon dinilai efisien karena mampu meminimalisasi biaya sehingga lebih kecil dari pada yang dianggarkan namun belum sepenuhnya efektif karena belum ada pemisahan biaya terkendali dan biaya tidak terkendali yang merupakan salah satu syarat sistem akuntansi pertanggungjawaban. Berdasarkan kesimpulan tersebut penulis mengimplikasikan bahwa untuk menerapkan sistem akuntansi pertanggungjawaban dengan baik lima syarat tersebut harus terpenuhi sehingga perencanaan pengawasan dan pengendalian biaya bisa dilakukan dengan baik. Karenanya peneliti menyampaikan beberapa saran kepada Rumah Sakit Umum Islam Madinah Kasembon yang dapat dijadikan bahan pertimbangan yaitu (1) Perusahaan hendaknya lebih memperhatikan penyusunan anggaran yang berkaitan dengan seksi-seksi yang ada sehingga dapat dihasilkan suatu anggaran yang dapat mewakili kondisi yang ada (2) Pemisahan biaya terkendali dan biaya tidak terkendali segera dilakukan untuk memudahkan dalam pengendalian biaya (3) Pemberian kode rekening pada pusat pertanggungjawaban hendaknya disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas biaya yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan.