Skripsi
Pengembangan kemampuan motorik kasar melalui permainan oubstacle pada anak kelompok a di TK Kartika Batu / Lilik Awalul Rokhmah
Abstrak
Kata kunci Permainan Oubstacle TK Motorik Kasar Pengembangan motorik anak TK sangat penting untuk pengembangan keseluruhan kemampuan. Namun dalam prakteknya masih belum dilaksanakan secara maksimal. Kegiatan pembelajaran di TK Kartika Batu dilakukan dengan cara klasikal yang monoton tanpa menggunakan model pembelajaran yang inovatif atau media yang bisa menarik minat belajar bagi anak. Media yang digunakan hanya sarana bermain yang ada di sekolah saja itupun sangat minim sekali. Misalnya pada kegiatan naik turun pada ketinggian kurang lebih 20cm alat yang digunakan adalah kursi atau bahkan langsung memakai sarana tangga majemuk yang terpasang secara permanen di halaman sekolah. Hal ini membuat anak takut dan merasa kurang menarik sehingga anak enggan atau bahkan tidak mau mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar belum pernah menerapkan kegiatan yang dirancang melalui permainan. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mendeskripsikan perkembangan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok A di TK Kartika Batu 2) pengembangan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok A di TK Kartika melalui permainan oubstacle. Rancangan penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas yang meliputi perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas A. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus siklus I permainan berbentuk sirkuit dilaksanakan di luar dan di dalam ruang. siklus II permainan berbentuk sirkuit dengan tujuan untuk memperbaiki area an media dalam permainan bentuk game untuk mempertajam hasil penelitian. Data diperoleh melalui lembar observasi aktivitas anak selama mengikuti kegiatan permainan dan dokumen berupa foto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan oubstacle terbukti dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok A di TK Kartika Batu yang meliputi aspek kekuatan (88 %) aspek kelenturan (94 %) dan aspek keseimbangan (89%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses permainan oubstacle dilaksanakan dengan 2 siklus berbenruk sirkuit dan game. Pengembangan motorik kasar melalui permainan oubstacle meliputi aspek kekuatan kelenturan dan keseimbangan ternyata dapat dilakukan di TK Kartika Batu. Saran kepada guru TK agar menggunakan permainan oubstacle untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar.