Skripsi
Peningkatan keterampilan berbicara melalui pendekatan contextual teaching and learning (CTL) siswa kelas IV SDN Tanjungsari 2 kota Blitar / Maulita Vira Gupti
Abstrak
Kata kunci berbicara Contextual Teaching And Learning Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar (SD). Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar baik secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan hasil observasi guru masih menggunakan menggunakan metode ceramah saja sehingga siswa merasa bosan dan malas untuk belajar guru kurang telaten membiasakan siswa untuk selalu berkomunikasi lisan Hal tersebut menjadi penyebab belum maksimalnya keterampilan berbicara siswa. Berkaitan dengan hal tersebut maka dilakukan penelitian mengenai peningkatan keterampilan berbicara melalui pendekatan CTL siswa kelas IV. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan CTL dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas IV SDN Tanjungsari 2 Kota Blitar dan mendeskripsikan pendekatan CTL dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Data penelitian yang berupa keterampilan berbicara siswa dengan materi menjelaskan petunjuk penggunaan alat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi wawancara tes dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara lembar observasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap mereduksi data menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Tanjungsari 2 sangat baik. Pada tahap pratindakan nilai rata-rata kelas 59. Siswa yang tuntas belajar pada tahap pratindakan sebanyak 7 siswa (19%) dan siswa yang tidak tuntas belajar sebanyak 30 siswa (81%). Pada pelaksanaan pembelajaran siklus I nilai rata-rata kelas menjadi 72. Jumlah siswa yang tuntas belajar sebanyak 22 siswa (59%) dan siswa yang tidak tuntas belajar sebanyak 15 siswa (41%). Pada pelaksanaan pembelajaran siklus II nilai rata-rata kelas yang dicapai adalah 79. Siswa yang tuntas belajar sebanyak 31 siswa (84%) dan siswa yang tidak tuntas belajar sebanyak 6 siswa (16%). Keenam siswa ini adalah siswa tidak serius mengikuti pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan CTL terbukti dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN Tanjungsari 2. Oleh karena itu disarankan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa guru menguasai dan mampu menerapkan pendekatan CTL karena mampu mengajak siswa untuk menemukan masalah dan mencoba untuk memecahkannya serta menjadikan siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran.