Skripsi
Penerapan model pembelajaran peta pikiran (Mind mapping) dalam kegiatan mengenal alam semesta untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B KB TK Islam Permata Iman 1 Malang / Thusti Darmaning Tyas
Abstrak
Kata kunci peta pikiran (mind mapping) mengenal alam semesta kemampuan kognitif anak. Penelitian ini berlatar belakang pada rendahnya kemampuan kognitif anak. Hal ini disebabkan karena metode pembelajaran yang kurang bervariatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tentang penerapan model pembelajaran peta pikiran ( Mind Mapping) pada kegiatan mengenal alam semesta kelompok B di TK Islam Permata Iman Malang (2) Mendeskripsikan tentang efektifitas model pembelajaran peta pikiran ( Mind Mapping) dalam kegiatan mengenal alam semesta untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di KB TK Islam Permata Iman 1 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B KB TK Islam Permata Iman 1 Malang sebanyak 20 anak. Instrument penelitian ini adalah (1) soal tes (2) lembar observasi (3) pedoman wawancara dan lembar catatan lapangan. Prosedur pengumpulan data menggunakan (1) Tes (2) Observasi (3) Wawancara (4) Catatan Lapangan dan (5) Dokumentasi.Analisis data diperoleh setiap kali siklus pembelajaran berakhir dengan menelaah semua data yang diperoleh yaitu dianalisis deskriptif. Tehnik keabsahan data yang digunakan adalah tehnik triangulasi dengan sumber dan tehnik uraian rinci. Temuanpenelitian menyimpulkan bahwa (1) penerapan model pembelajaran peta pikiran (mind mapping) di KB TK Islam Permata Iman 1 Malang berhasil diterapkan ini ditunjukkan dari rata- rata persentase keberhasilan tindakan yang menunjukkan hasil memuaskan (2) penerapan model pembelajaran yang dilakukan dalam 2 kali tindakan selama 2 minggu ini model pembelajaran ini mencapai keberhasilan belajar anak. Hal ini ditunjukkan dari hasil rata- rata kelas pada minggu ke 2 untuk kemampuan kognitif anak dalam mengenal alam semesta mengungkapkan sebab akibat mengungkapkan asal mula terjadinya sesuatu mencapai 86 6%. Sedangkan untuk analisis hasil kegiatan belajar anak pada minggu ke 2 menunjukkan persentase sebesar 94 7%.