Skripsi
Penerapan permainan teka-teki silang dalam pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Negeri Pembina 1 Kota Malang / Ribka
Abstrak
Kata kunci Permainan Teka-Teki Silang (TTS) Pembelajaran Kooperatif Kemampuan Kognitif Anak Taman Kanak-Kanak. Aspek perkembangan kognitif adalah aspek utama yang harus dikembangkan dalam masa usia dini mengingat anak usia dalam mencari pengalaman baru selalu berhubungan dengan kemampuan berpikirnya. Anak belajar melalui kegiatan bermain melalui penerapan permainan teka-teki silang dalam pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak karena permainan ini tergolong permainan asah otak yang diterapkan dalam pembelajaran kooperatif. Tujuan penelitian 1). Mendeskripsikan penerapan permainan teka-teki silang (TTS) dalam pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok B di TK Negeri Pembina I Kota Malang. 2) Mendeskripsikan peningkatan kemampuan kognitif anak didik melalui penerapan permainan teka-teki silang dalam pembelajaran kooperatif anak kelompok B di TK Negeri Pembina I Kota Malang. Metode dalam penelitian ini menggunakan (1) Rancangan penelitian Tindakan kelas melalui (a) Tahap perencanaan (b) Tahap pelaksanaan (c) Observasi kegiatan (d) Refleksi (2) Latar dan subjek penelitian anak kelompok B di TK Negeri Pembina Kota Malang dengan jumlah murid 25 anak (3) Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dari proses observasi dokumentasi tes (4) Instrumen penelitian menggunakan rancangan kegiatan harian skenario media dan lembar penilaian (5) Analisis data pada penelitian ini menggunakan rumus hitung rerata (mean) yang mengacu pada keaktivan anak dan keberhasilan anak pada penerapan permainan teka-teki silang. Hasil dari penelitian penerapan permainan teka-teki silang dalam pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak di TK Negeri Pembina I Kota Malang dilakukan dengan dua siklus dimana setiap siklusnya terdiri dari 4 kali pertemuan. Hasil perolehan dalam kemampuan kognitif pada siklus I pertemuan adalah 64 % dengan kategori mampu dengan beberapa kekurangan yang diperbaiki pada siklus II. Hasil observasi dan penilaian pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 22% perolehan prosentase nilai pada siklus II pertemuan yaitu 86% dengan kategori sangat mampu. Permainan TTS ini bisa digunakan untuk perbaikan dan variasi kegiatan pembelajaran dengan metode bermain dalam pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya. Meskipun demikian masih dibutuhkan perbaikan dari segi media dan teknik penerapanya agar diperoleh hasil yang lebih bagus dan dapat digunakan untuk mengembangkan aspek perkembangan anak yang lainnya.