Skripsi
Pemanfaatan media daun sebagai bahan meronce untuk mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK IT As Salam / Siti Fatimah
Abstrak
Kata Kunci Media daun Meronce Motorik Halus Anak usia dini disebut sebagai masa emas (golden period) yaitu masa yang sangat tepat untuk mengembangkan potensi karena pada masa ini dapat menentukan kepribadian anak di masa depan. Anak belajar mengenai proses kehidupan pada lingkungan sekitarnya melalui peniruan penglihatan atau pendengaran mereka. Berdasarkan hasil Observasi di TK IT As Salam pada kelompok usia 4-5 tahun ketika kegiatan pembelajaran ditemukan beberapa permasalahan diantaranya adalah 15 4 % anak kemampuan berbahasa kurang 57 7 % anak kekuatan pada motorik halus kurang 30 8 % anak kurang tanggung jawab dalam menjaga peralatan. Dari permasalahan yang ada di TK IT As Salam khususnya usia 4-5 tahun yang banyak dialami anak adalah pada perkembangan motorik halus anak yang kurang maka peneliti mempunyai alternatif yang dianggap paling signifikan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun yaitu melalui kegiatan meronce dengan media daun. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) bagaimana penerapan kegiatan pembelajaran media daun sebagai bahan meronce yang dapat mengembangkan kemampuan motorik halus pada anak 2) apakah pemanfaatan media daun sebagai bahan meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4 5 tahun di TK IT As Salam. Metode dalam penelitian ini menggunakan (1) rancangan penelitian Tindakan kelas melalui (a) tahap perencanaan (b) tahap pelaksanaan sesuai tahap perencanaan (c) observasi kegiatan (d) refleksi (2) latar dan subjek penelitian di TK IT As Salam Malang dengan jumlah 26 siswa (3) teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dari proses observasi (4) instrumen penelitian diisi ketika observasi berlangsung (5) analisis data pada penelitian ini tertuju pada peningkatan motorik halus anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan meronce dengan media daun. Penerapan pembelajaran meronce daun dilakukan sesuai dengan tema yang sedang berlangsung kegiatan meronce dilakukan mulai dari daun yang tipis hingga daun yang tebal yang membutuhkan kekuatan dan koordinasi jari-jemari tangan dengan mata. Berdasarkan hasil kegiatan meronce pada anak usia 4-5 tahun mengalami peningkatan dimana hasil persentase pada pratindakan dengan siklus I metunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 11 9 %. Sedangkan siklus I dengan siklus II menunjukkan peningkatan rata-rata sebesar 13 9 %. Disarankan bagi para pendidik anak usia 4-5 tahun dapat melakukan kegiatan meronce daun untuk mengembangkan motorik halus sesuai dengan tahap perkembangan motorik halus anak yang dilakukan dengan melibatkan koordinasi jari-jemari tangan dan mata anak.