UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Hubungan antara pola asuh orang tua, motivasi belajar, self regulated learning dengan hasil belajar siswa SMP Negeri di Kota Malang / Maryam B. Gainau

Gainau, Maryam B. - Nama Orang;

Abstrak
Disertasi Program Studi Bimbingan dan Konseling Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof.Dr.I Wayan Ardhana MA. (II) Dr. Dany.M.Handarini MA. (III) Prof. Dr. Marthen Pali M.Psi. Kata Kunci Pola Asuh Orang tua Motivasi Belajar Self Regulated learning dan Hasil Belajar Hasil belajar merupakan pencapaian belajar seseorang setelah menempuh mata pelajaran tertentu dalam hal ini dapat dilihat dari nilai raport yang diperoleh. Akan tetapi pencapaian hasil belajar kadangkala tidak sesuai dengan yang diharapkan sehingga berakibat pada hasil belajar siswa yang menurun. Masalah hasil belajar yang menurun di sekolah di duga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya pola asuh orang tua motivasi belajar dan self regulated learning. Pola asuh orang tua berpengaruh terhadap hasil belajar karena orangtua berperan penting dalam kebiasaan belajar anak karena anak mengikuti cara belajar yang diajarkan orang tua yang akan memberikan dampak terhadap hasil belajar anak.Sedangkan motivasi belajar berpengaruh terhadap hasil belajar karena motivasi merupakan pendorong bagi siswa untuk lebih giat dan tekun dalam belajar. Makin tepat motivasi belajar yang diberikan bagi siswa maka akan semakin baik hasil yang diperolehnya. Agar siswa menjadi giat dan tekun belajar maka diperlukan kemampuan cara mengatur belajar (self regulated learning) siswa. Cara mengatur belajar merupakan kemampuan keterampilan dan sikap siswa dalam belajar yang mempunyai peranan penting bagi peningkatan hasil belajar di sekolah. Dengan adanya kemampuan self regulated learning diharapkan siswa lebih mampu merencanakan mengelola belajar dan memantau kegiatan belajar sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan secara sendiri-sendiri dan bersama-sama antara pola asuh orang tua motivasi belajar self regulated learning serta seberapa besar sumbangan pola asuh orang tua motivasi belajar self regulated learning terhadap variabel hasil belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional yaitu menganalisis hubungan antara variabel independen pola asuh orangtua (X1) motivasi belajar (X2) self regulated learning (X3) dengan variabel dependen hasil belajar (Y) baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri di Kota Malang berjumlah 7550 siswa. Penarikan sampel menggunakan teknik random sampling bertahap untuk selanjutnya digunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sejumlah 378 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing variabel independen dan variabel dependen memiliki korelasi positif dan signifikan yaitu pola asuh orangtua (0 780) motivasi belajar (0 751) SRL (0 275). Secara bersama-sama terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua motivasi belajar self regulated learning dan hasil belajar dengan nilai R sebesar 0 843. Ada pengaruh variabel independen secara bersama-sama (pola asuh orangtua motivasi belajar self regulated learning) terhadap variabel dependen (hasil belajar) sebesar 54% hal ini berarti bahwa terdapat 46% faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua sangat penting dalam memprediksikan atau menjelaskan hasil belajar. Berdasarkan temuan di atas dikemukakan saran-saran berikut (1) peran konselor perlu membina kerja sama dengan orang tua. Melalui program di sekolah dilakukan pertemuan berkala dalam rangka tukar pengalaman untuk mencari solusi dalam menghadapi masalah belajar siswa yang berkaitan dengan hasil belajar.(2) peran konselor perlu merancang program layanan bimbingan belajar yang membantu siswa agar termotivasi belajar sehingga siswa semakin meningkat hasil belajarnya.(3) peran konselor perlu merancang suatu program layanan bimbingan belajar dalam membantu siswa memahami cara mengatur belajar yang baik yaitu siswa diharapkan mampu merencanakan mengelola dan mengontrol belajarnya sehingga dapat meningkat hasil belajarnya(4) maka para konselor perlu menyusun materi layanan belajar yang ada kaitan dengan peran orang tua terhadap belajar pemahaman tentang motivasi belajar self regulated learning hasil belajar serta materi lain yang sesuai dengan kebutuhan siswa.(5) perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang hasil belajar siswa dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar seperti faktor personal sekolah (lingkungan teman aturan sekolah guru dan konselor).


Informasi Detail
DDC
Rd 371.264 GAI h
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Bimbingan Konseling, 2011.
Deskripsi Fisik
xi, 216 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
00106/KI/12
Edisi
Disertasi (Pascasarjana)--Universitas Negeri Malang. 2011
Subjek
1. PRESTASI BELAJAR - PENGARUH ORANG TUA
Pembimbing
1. I WAYAN ARDHANA ; 2. DANY M. HANDARINI ; 3. MARTHEN PALI
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik