Tugas Akhir
Aplikasi Mikrokontroler Atmega8535 sebagai sistem pendeteksi gas CO ( karbon monoksida ) dalam kabin mobil / Sandi lukhman Resqi
Abstrak
Kata kunci Gas CO (Karbon Monoksida) kabin mobil mikrokontroler power window mobil sensor TGS 2201. Kesehatan masyarakat merupakan suatu hal yang tidak dapat disampingkan dalam kehidupan. Kesehatan juga menentukan kehidupan sehari-hari masyarakat disekitar sekarang salah satunya adalah terhindar dari gas CO (Karbon Monoksida). Gas CO merupakan gas yang sangat berbahaya. Jika tubuh terkena menghirup gas CO maka senyawa CO akan mengikat Haemoglobin tubuh 210 kali lebih kuat dibandingkan dengan Oksigen. Sumber gas CO itu sendiri salah satunya adalah dari asap kendaraan berbahan bakar bensin. Jika asap kendaraan masuk dalam kabin mobil sedangkan dalam kabin mobil sendiri suplai udara hanya bisa melalui AC (Air Conditioner) dan lubang-lubang kecil yang lain bila kaca jendela tertutup rapat semua maka hal tersebut akan membahayakan pengemudi dan orang yang berada dalam kabin mobil tersebut. Akibat yang lebih bahaya adalah kematian yang disebabkan oleh gas CO tersebut. Berdasarkan permasalah tersebut maka diperlukan alat yang mendeteksi gas CO agar tidak terjadi masalah akibat kebocoran pembuangan kendaraan yang mengandung gas CO tersebut. Prinsip kerja alat ini adalah dimulai dari sensor gas TGS 2201 yang bisa mendeteksi gas buang kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel serta bagus untuk diaplikasikan dalam kabin mobil. Bila sensor mendeteksi adanya gas CO maka tegangan keluaran sensor akan berubah. Karena tegangan sensor besar lebih dari 2 volt maka untuk mempermudah pembacaan pada ADC internal mikrokontroler diperlukan komparator supaya mudah dibaca oleh mikrokontroler. Kemudian Mikrokontroler akan memproses data tersebut untuk menampilkan kadar gas CO pada LCD 16x2 dan kemudian menyalakan lampu indikator serta menyalakan buzzer dan membuka menutupnya power window. Alat ini bisa mendeteksi gas CO antara 10 ppm sampai 1000 ppm. Alat ini sangat mudah digunakan dan tinggal menyalakan tombol ON-Off. Sebelumnya pensaklaran power window mobil yang utama di paralel dengan output driver relay yang difungsikan sebagai kontrol otomatis power window. A. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Semakin bertambahnya waktu maka manusia akan mencari inovasi di berbagai bidang. Bidang yang mendapat perhatian khusus yaitu bidang teknologi. Karena teknologi sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu dan meringankan kerja agar lebih efisien dan efektif. Semakin berkembangnya teknologi maka semakin dibutuhkan disemua sektor. Kesehatan masyarakat merupakan suatu hal yang tidak dapat disampingkan dalam kehidupan. Pertumbuhan dan perkembangan suatu negara. Selain itu kesehatan merupakan salah satu sektor yang paling menentukan dan perlu diperhatikan dalam kehidupan masyarakat sekarang. Salah satunya adalah terhindar dari pencemaran udara yang di sebabkan oleh gas CO (Karbon Monoksida). Seorang inspektur gas (gas inspector) wajib hukumnya memahami sifat beberapa gas penting. Salah satu di antarnya adalah gas karbon monoksida. Gas karbon monoksida disebut juga gas CO adalah gas tidak berwarna tidak berbau dan tidak berasa. Bila terpajan gas karbon monoksida dapat menyebabkan muntah atau mual pusing dan sakit kepala. Pada pemajanan yang tinggi dan gas ini terhirup maka dapat menyebabkan kematian. (Majid 2011). Menurut Togar Silaban pada website miliknya mengenai korban karbon monoksida diterangkan bahwa pada berita harian Surabaya Pagi 12 April 2007 empat orang ditemukan tewas dalam mobil Mercedes yang parkir di pinggir jalan di Kuningan Jawa Barat. Mobil tersebut masih berada ditempat kejadian sampai Rabu pagi. Karena curiga akan keberadaan mobil maka masyarakat sekitar melaporkan kepada aparat setempat. Dengan membobol kaca jendela akhirnya mobil dibuka paksa dan ditemukan keempat penumpangnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Mobil ditemukan dalam keadaan mesin mati karena kehabisan bensin sementara stop kontak pada posisi hidup dan alat pendingin (AC) juga pada posisi hidup. Polisi menduga bahwa kendaraan sengaja diparkir di pinggir jalan untuk beristirahat lalu kemudian tanpa disadari semua penumpang keracunan gas karbon monoksida. Gas CO merupakan gas yang tidak berbau dan tidak dapat terlihat oleh karena itu manusia tidak akan dapat mengetahui jika ada gas CO tersebut disekitarnya. Untuk menghindari gas CO (Karbon Monoksida) terutama apabila kita berada dalam kabin mobil adalah memanfaatkan kemajuan teknologi yang semakin maju di zaman sekarang yaitu deangan membuat Aplikasi Mikrokontroler ATMega 8535 sebagai Sistem Pendeteksi Gas CO (Karbon Monoksida) dalam Kabin Mobil yang nantinya kadar gas tersebut ditampilkan oleh LCD dan indikator LED serta power window mobil akan terbuka jika tidak ada tindakan dari manusia.