Tesis
Pengembangan modul hidrosfer pada kelas sekolah menengah atas / Arisius Y Kasengko
Abstrak
Tesis Jurusan Pendidikan Geografi Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Edy Purwanto M.Pd. (2) Dr. Agus Suryantoro M.Si. Kata-kata kunci Hidrosfer Modul Dick Carey Penggunaan bahan ajar tidak bisa dipisahkan dalam pembelajaran. Bahan ajar yang banyak digunakan saat ini berupa buku teks dan modul sebagai salah satu sumber belajar. Namun demikian kenyataan di lapangan buku teks dan modul yang dipergunakan siswa dan guru justru ditemukan adanya permasalahan. Permasalahan yang ditemukan pada buku teks yaitu 1) kesalahan bahasa 2) kesalahan konsep dan 3) kesalahan gambar. Sedangkan pada modul juga yang telah diidentifikasi ditemukan kesalahan yakni 1) bagian pendahuluan tidak lengkap 2) kesalahan bahasa 3) kesalahan konsep dan 4) kesalahan gambar. Solusi terhadap permasalahan kebahasaan materi/isi dan penyajian bahan ajar maka penelitian ini dirancang dengan rancangan penelitian dan pengembangan modul dilaksanakan di SMAN I Lembar Mataram Nusa Tenggara Barat. Pengembangan Modul Hidrosfer untuk kelas X SMA/MA paling tidak memiliki kesalahan relatif sedikit jika dibandingkan dengan buku teks dan modul yang ada. Modul ini dikembangkan berdasarkan KTSP dan BSNP 2006. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk bahan ajar Geografi dalam bentuk modul pada materi Hidrosfer untuk SMA kelas X semester II menggunakan model Dick Carey. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan lima langkah dari sepuluh langkah pengembangan model Dick Carey yang telah dimodifikasi untuk kepentingan penelitian yaitu identifikasi standar kompetensi analisis materi pengembangan dan penulisan modul validasi dan uji coba produk dan revisi produk. Uji coba modul pada 36 siswa kelas X3 SMA Negeri 1 Lembar Mataram. Pengumpulan data dikelompokan menjadi dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil validasi ahli isi dan desain pembelajaran. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan skor angket tanggapan dan skor perolehan terhadap soal/tes setiap kegiatan pembelajaran. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan yang diperoleh pada modul 1 (Siklus air) modul 2 (perairan darat 1) modul 3 (perairan darat 2) modul 4 (perairan darat 3) modul 5 (zona pesisir laut dan klasifikasi laut) modul 6 (morfologi laut dan gerakan air laut) serta modul 7 (kualitas air laut) menunjukan rata-rata hitung modul 1 (8 04) modul 2 (8 03) modul 3 (8 00) modul 4 (8 10) modul 5 (8 06) modul 6 (8 10) modul 7 (8 11) hal ini menyatakan bahwa modul hasil pengembangan layak digunakan dan efektif digunakan pada pembelajaran materi Hidrosfer Berdasarkan hasil uji coba lapangan modul pembelajaran ini telah berhasil menunjukan kebermanfaatan. Hal ini dapat dilihat dari hasil pencapaian siswa terhadap test uji coba penguasaan materi (pilihan ganda) yang terpisah dari soal yang diberikan didalam modul. Berdasarkan nilai yang diperoleh siswa menunjukan bahwa pemahaman siswa terhadap konsep Hidrosfer dapat lebih baik. Berdasarkan uji coba dilakukan revisi produk. Produk hasil pengembangan yang telah direvisi disarankan untuk dapat digunakan secara lebih luas oleh siswa di SMA/MA. Untuk membuat hasil produk modul ini dimanfaatkan oleh banyak pihak atau diterima oleh khalayak luas perlu dilakukan berbagai hal antara ain 1) Mengadakan seminar skala regional bahkan nasional tentang pengembangan modul 2) Diperkenalkan kepada forum-forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bidang studi Geografi dan dimuat dalam suatu rubrik atau kolom penulisan buku (e-book) di website. Untuk menghasilkan produk modul yang dikembangkan secara lebih berkualitas dibutuhkan waktu penelitian dan pengembangan yang relatif lama (multy years). Hal tersebut perlu dilakukan sebab modul yang dikembangan diharapkan dapat digunakan oleh siswa seluruh Indonesia dengan kualitas yang lebih baik dan yang lebih penting adalah mendorong siswa untuk mau membaca modul.