Skripsi
Tanggapan pengrajin bordir tentang motif pisang agung sebagai inovasi motif bordir di kabupaten Malang / Sri Mulyani
Abstrak
Kata Kunci Inovasi Motif bordir pisang agung. Inovasi merupakan suatu ide barang kejadian metode yang dirasakan atau diamati suatu hal yang baru bagi seseorang khususnya motif pisang agung sebagai inovasi motif bordir yang mendapat tanggapan dari pengrajin bordir. Penelitian ini terdiri dari beberapa indikator antara lain keterbaruan motif bentuk batik pisang agung keterbaruan motif pisang agung yang bervolume keserasian motif hasil inovasi keindahan motif hasil inovasi dan pengulangan motif hasil inovasi. Populasi penelitian ini adalah Pengrajin bordir yang ada di kabupaten Lumajang yang terdiri dari 3 kecamatan antara lain kecamatan Tempeh kecamatan Pasirian dan kecamatan Sukodono. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara proporsional random sampel dan tiap kecamatan diambil secara random sebanyak 50% sehingga sampelnya berjumlah 11 pengrajin bordir. Penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu tanggapan pengrajin bordir terhadap inovasi motif bordir. Pada penelitian ini instrumen yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Uji validitas dan reliabilitas perlu dilakukan untuk mengetahui apakah nilai dari setiap item tersebut sudah valid dan reliabel setelah semua data sudah valid dan reliabel angket dibagikan kesampel yang sebenarnya. Setelah semua data terkumpul lalu diolah dengan program computer SPSS 16.0 untuk mengetahui uji validitas dengan menggunakan rumus uji korelasi product moment dan untuk menguji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus alpha kemudian menentukan rentang skornya menentukan panjang kelas interval menentukan banyaknya persentase dan dari hasil setiap persentase tersebut di deskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan masing-masing indikator memiliki perbedaan dari tanggapan pengrajin bordir tentang inovasi motif bordir dengan persentase yang berbeda-beda. Keterbaruan motif pisang agung yang bervolume merupakan faktor tertinggi dengan adanya suatu inovasi yang mendapat tanggapan dari pengrajin bordir Begitu juga dengan keserasian motif hasil inovasi merupakan faktor tertinggi yang mendapat tanggapan dari pengrajin bordir tentang motif pisang agung sebagai inovasi motif bordir. Keindahan motif hasil inovasi merupakan faktor terendah dengan adanya suatu inovasi yang mendapat tanggapan dari pengrajin bordir tentang motif pisang agung sebagai inovasi motif bordir di kabupaten Lumajang . Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah (1) Motif pisang agung sebagai inovasi motif bordir merupakan suatu karya baru yang mendapat tanggapan positif dari pengrajin bordir sehingga motif bordir pisang agung bisa dijadikan ikon dan dapat diterima oleh masyarakat Lumajang sebagai suatu bentuk inovasi baru. (2) Pengrajin bordir diharapkan bisa menghasilkan suatu ii karya yang inovatif sehingga dapat menyesuaikan selera pasar dan mode yang berkembang saat ini dan yang akan datang.