Disertasi
Makna implementatif budaya Jawa-Islam pada keberhasilan usaha dagang masyarakat Pendalungan (studi kasus pada pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo) / Nanis Hairunisya
Abstrak
Disertasi Program Studi Pendidikan Ekonomi. Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Wahjoedi M.E. (II) Dr. Sunaryanto M.Ed. (III) Dr. Hari Wahyono M.Pd. Kata-kata Kunci Budaya Jawa-Islam Perilaku Pedagang Konsekuensi Usaha Pendidikan Karakter Kewirausahaan. Fokus dalam penelitian adalah (1) Bagaimanakah budaya masyarakat Pedagang Pendalungan dalam melaksanakan usaha dagangnya (2) Bagaimanakah perilaku pedagang masyarakat Pendalungan (3) Bagaimanakah konsekuensi perilaku bagi keberhasilan usaha dagang masyarakat Pendalungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali potensi nilai sikap dan perilaku positif yang digunakan oleh masyarakat pedagang Pendalungan dalam mencapai kesuksesan usaha dagangnya. Hasil penelitian ini diharapkan untuk (1) Bahan masukan dalam memperbaiki materi kurikulum yang kurang operasional terutama mengenai nilai-nilai sikap dan perilaku yang seharusnya diajarkan kepada siswa atau mahasiswa sehingga tidak ada lagi mismatch antara budaya dunia pendidikan dan budaya riil masyarakat (2) Nilai-nilai sikap dan perilaku budaya Jawa-Islam bisa dijadikan suatu nilai asli Bangsa Indonesia yang bisa digunakan sebagai landasan berperilaku pada semua bidang profesi dan bisa dijadikan pertahanan nilai untuk menghadapi dampak negative dari budaya global (3) Implikasi praktis yang diharapkan adalah untuk memberikan inspirasi pada praktisi pendidikan dalam menerapkan konsep pendidikan karakter kewirausahaan pada program riil yang dilaksanakan secara formal non formal maupun in formal. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif dengan pendekatan grounded research method. Penelitian ini berusaha menemukan teori substantive berdasar fakta riil di lapangan. Penelitian ini menggunakan tiga tahap penyampelan dan analisis data. Tahap pertama dilakukan penyampelan terbuka yang dikenakan pada semua pedagang di Lima Pasar Tradisional. Berdasarkan fenomena yang serupa maka dilakukanlah Pelabelan Penamaan Kategori dan Penyusunan Kategori kemudian dilakukan analisis open coding. Pada tahap kedua dilakukan penyampelan relasional dan variasional dengan mengambil sampel pada masing-masing pasar sebanyak 30 orang pedagang berdasar perilaku yang menonjol dalam menjalankan budaya Jawa-Islam. Untuk mendapat suatu makna yang mendalam tentang perilaku itu peneliti mengadakan studi kasus pada lima orang pedagang di lima pasar tersebut. Kemudian data yang didapat dianalisis dengan axial coding. Pada tahap ketiga dilakukan penyampelan pembeda yaitu dengan mencari informasi pembanding dan penguji atas kategori yang didapat pada informan ahli. Hasil data pada tahap ketiga ini dianalisis menggunakan selective coding untuk menghasilkan proposisi akhir penelitian. Penelitian ini menemukan bukti bahwa pedagang masyarakat Pendalungan yang sukses dalam usaha dagangnya adalah pedagang yang bisa memaknai dan menjalankan ajaran agama dengan benar bisa memaknai kegiatan pengajian selamatan ritual ilmu penemoh dengan benar yang tercermin dalam kepribadian baik dan perilaku yang menunjang/positif. Dari para pedagang yang sukses ini ditemukan nilai dan pola perilaku yang bersifat universal dan bisa diaplikasikan pada profesi lain. Ditemukan pula pedagang yang mempunyai kepribadian buruk yang ditunjukkan dengan perilaku tidak mendukung/negatif dan hanya sekedar menjalankan budaya Jawa Islam merupakan pedagang yang tidak sukses dalam usaha dagangnya. Selain itu ditemukan adanya distorsi pada pengajian yang ikut mendukung ketidakberhasilan pedagang. Jumlah pedagang yang bisa memaknai budaya Jawa-Islam lebih sedikit dari pedagang yang sekedar menjalankan budaya. Ini merupakan temuan yang menjelaskan kenapa para pedagang Masyarakat Pendalungan banyak yang belum sukses. Peneliti menyarankan bahwa pihak-pihak yang berkompeten seperti tokoh agama kiai paranormal dengan perannya sebagai tokoh panutan masyarakat harus bisa mengubah perilaku masyarakat dengan jalan memberi petunjuk dan tauladan yang benar serta tidak membodohi masyarakat dengan informasi yang salah informasi yang tidak lengkap apalagi sampai ada informasi yang disembunyikan. Perlu langkah konkrit untuk mewujudkan konsep pendidikan karakter. Untuk mewujudkannya perlu kerjasama antara semua pihak baik dari keluarga masyarakat sekolah dan pemerintah. Masyarakat dan keluarga perlu mengubah tolok ukur keberhasilan seseorang. Salah satu langkah konkrit untuk pendidikan karakter adalah pada saat liburan tiba sekolah mewajibkan siswa/mahasiswa bekerja pada home industry yang ada di masyarakat. Untuk ini memang harus ada kerjasama dengan home industry masyarakat agar keberadaaan siswa/mahasisw untuk bekerja pada saat liburan bisa diterima dibantu dengan pembinaan dan harus diperlakukan seperti karyawan pada umumnya.