Tugas Akhir
Uji kualitas genteng jenis karangpilang (Kodok) produksi Kabupaten Trenggalek / Fahrurrozi Hadi Wiyoto
Abstrak
Kata Kunci Genteng Kualitas Trenggalek. Genteng keramik adalah suatu unsur bangunan yang berfungsi sebagai penutup atap dan dibuat dari tanah liat dengan atau tanpa dicampur dengan bahan tambahan menjadi bahan konstruksi. Genteng keramik dibuat dengan cara mencetak bahan dasar yang kemudian dikeringkan dan dibakar dengan suhu tinggi. Berdasarkan peran para tukang dan kontraktor-kontraktor di wilayah trenggalek dan sekitarnya genteng Karangpilang dari trenggalek merupakan genteng yang berkualitas sangat bagus. Sehingga perlu dibuktikan dalam penelitian kwalitasnya secara nyata. Penelitian ini adalah penelitian bersifat eksperimen sampel diambil dari enam industri di trenggalek kemudian dibawa ke Laboratorium Pengujian Bahan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang untuk diuji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas genteng jenis Karangpilang yang diproduksi di Trenggalek sudah memenuhi standar yang berlaku yaitu SNI SII dan NI atau belum. Pengujian kualitas genteng Karangpilang meliputi uji bentuk fisik dan berat uji Ketepatan Ukuran uji ketepatan Bentuk dan uji ketahanan terhadap perembesan air. Hasil pengujian pandangan luar dan berat ternyata ukuran genteng Karang Pilang produksi Trenggalek tidak memenuhi syarat yang tercantum dalam SII No.0022-81. Sedangkan untuk berat genteng Karangpilang juga tidak sesuai dengan ketentuan SII No.0022-81. Hasil pengujian ketepatan ukuran genteng Karangpilang genteng tersebut tidak dapat dimasukkan dalam genteng jenis kecil atau sedang. Hal ini dikarenakan genteng terlalu besar untuk ukuran kecil dan terlalu kecil untuk ukuran sedang. Hasil pengujian ketepatan bentuk genteng Karangpilang produksi Trenggalek mengalami penyimpangan toleransi kelengkungan yang lebih besar dari ketentuan SNI. Sehingga genteng tesebut tidak aman untuk digunakan karena akan mudah patah. Hasil pengujian ketahanan terhadap perembesan air luar genteng Karangpilang produksi Trenggalek tidak tahan terhadap perembesan air luar. Hal ini terbukti dari hasil perembesan air setelah melewati 2 jam semua genteng mengalami penetesan air. Setelah diukur dari tetesan air menggunakan gelas ukur didapatkan ketinggian tetesan air rata-rata tiap genteng sebesar 5 mm.