Skripsi
Pengaruh kurs rupiah pada US dolar dan Euro terhadap yield obligasi pemerintah seri fixed rade melalui IHSG periode september-oktober 2011 / Wulan Aji Rachmawati
Abstrak
Kata kunci Kurs Rupiah IHSG dan Yield Obligasi Pasar modal pada dasarnya adalah pasar yang tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional dimana ada pedagang pembeli tawar menawar harga. Pasar modal bisa juga diartikan sebagai tempat bertemunya defisit unit (pihak yang membutuhkan dana) dengan surplus unit (pihak yang meyediakan dana). Pasar modal memiliki hubungan yang erat dengan perekonomian suatu negara. Jika suatu negara memiliki kestabilan pada pasar modalnya maka bisa disebut juga negara tersebut perekonomian dalam keadaan baik. Obligasi pemerintah merupakan salah satu alternatif pembiayaan defisit negara. Penerbitan obligasi ditujukan untuk menutup pendanaan yang tidak dapat tertutupi oleh pajak. Obligasi pemerintah merupakan obligasi yang bebas dari resiko gagal bayar (default). Obligasi dengan bunga tetap (fixed rate) merupakan obligasi yang memiliki banyak minat dari para investor. Obligasi pemerintah dikala krisis global menjadi salah satu alternatif investasi para investor karena negara memberikan jaminan terhadap pendapatannya. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui nilai kurs Rupiah pada USD dan Euro IHSG dan yield obligasi pemerintah seri fixed rate periode September-Oktober 2011. (2) Untuk menguji pengaruh kurs Rupiah pada USD terhadap yield obligasi pemerintah seri fixed rate periode September-Oktober 2011 (3) Untuk menguji pengaruh pengaruh kurs Rupiah pada Euro terhadap yield obligasi pemerintah seri fixed rate periode September- Oktober 2011 (4) Untuk menguji pengaruh kurs Rupiah pada USD terhadap IHSG periode September-Oktober 2011 (5) untuk menguji pengaruh kurs Rupiah pada Euro terhadap IHSG periode September-Oktober 2011 (6) Untuk menguji pengaruh IHSG terhadap Yield obligasi pemerintah seri fixed rate periode September-Oktober 2011. (7) Untuk menguji pengaruh kurs Rupiah pada USD terhadap yield obligasi pemerintah seri fixed rate melalui IHSG periode September-Oktober 2011 (8) pengaruh kurs Rupiah pada Euro terhadap yield obligasi pemerintah seri fixed rate melalui IHSG periode September-Oktober 2011. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif kausalitas melalui pendekatan kuantitatif. Populasi yang digunakan yaitu obligasi pemerintah yang berturut-turut dan diperdagangan di Bursa Efek Indonesia sampai Oktober 2011. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling pemilihan sampel dengan memilih obligasi pemerintah seri fixed rate yang listing terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang aktif dalam memperdagangkannya serta memiliki jangka waktu tempo lebih dari 10 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mendokumentasikan berupa data harian obligasi yang dipublikasikan dari data sekunder yang diterbitkan dari Koran Harian Bisnis Indonesia dan Website Bursa Efek Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan path analisis dalam menguji menganalisis hubungan sebab akibat yang terjadi pada regresi berganda dimana variabel bebasnya yakni kurs Rp/USD dan Rp/Euro mempengaruhi variabel terikatnya yakni yield obligasi tidak hanya secara langsung tetapi juga secara tidak langsung melalui IHSG Dari hasil penelitian terbukti bahwa terdapat pengaruh kurs Rupiah pada USD dan Euro terhadap yield obligasi pemerintah seri fixed rate melalui IHSG. Adapun IHSG mampu menjadi variabel mediator antara variabel kurs Rupiah pada USD Euro terhadap yield obligasi pemerintah seri fixed rate. Hal ini disebabkan sebelum melakukan keputusan untuk berinvestasi dalam bentuk obligasi investor memperhatikan faktor fundamental yang menjadi dasar dalam berinvestasi seperti mempertimbangkan bagaimana keadaan kurs rupiah terhadap mata uang asing dan juga nilai IHSG. Dari hasil penelitian dapat disarankan bagi investor bahwasannya analisa faktor fundamental penting bagi investor dan juga calon investor karena sebagai acuan utama dalam mengambil keputusan investasi yang mana nantinya akan berhubungan dengan hasil yang akan diperoleh dari investasi dan juga resiko yang harus dihadapi investor.