Skripsi
Kedudukan legenda Mbah Semendhi bagi masyarakat Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan / Debi Sukma Dewi Sinta
Abstrak
Kata Kunci kepercayaan makam Islam kecamatan Winongan Penelitian ini difokuskan pada kedududkan legenda Mbah Semendhi Bagi Masyarakat dan prilaku khusus masyarakat terhadap makam Mbah Semendhi. Untuk fokus tersebut digunakan rancangan kualitatif deskriptif. Untuk itu pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dua teknik yaitu (1) wawancara yang bertujuan mengetahui deskripsi legenda Mbah Sumendhi sehingga diperlukan wawancara langsung kepada sumber terkait untuk mengetahui cerita tersebut dan (2) observasi bertujuan untuk mengetahui tempat dan lokasi dari makam Mbah Semendhi yang diteliti. Teknik tersebut ditunjang dengan sejumlah instrumen yang relevan seperti pedoman wawancara pedoman pengamatan angket kamera dan alat tulis. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa kepercayaan tentang legenda Mbah Semendhi di Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan terdiri atas sebelas kepercayaan yaitu (a). Mbah Semendhi mengenalkan Islam di Winongan Gempol dan Sidoarjo (b) Mbah Semendhi sebagai keturunan Qoliyah Allah (Wali) (c) Mbah Semendhi sebagai Wali yang sakti berwibawa dan berpengaruh di masyarakat (d) Mbah Semendhi sebagai ulama suci yang dipercaya dan dihormati (e) Mbah Semendhi sebagai wali tertua di Kecamatan Winongan (f) kepercayaan akan keberkahan dan kedamaian jiwa jika berziarah di makam Mbah Semendhi (g) berziarah ke makam Mbah Semendhi mengingatkan manusia akan kematian (h) ziarah ke makam Mbah Semendhi disertai dengan niatan dan tujuan yang baik (i) aura mistis ketika ziarah pada malam hari (j) malam Jum at Legi menjadi hari terbaik berziarah di makam Mbah Semendhi (k) pepohonan yang ada di makam Mbah Semendhi tidak boleh ditebang. Perilaku khusus terhadap makam Mbah Semendhi memiliki sembilan perilaku yaitu (a) wisata spiritual (ziarah makam) (b) slametan haul (tahunan) Mbah Semendhi khusus bagi laki-Laki (c) kegiatan tahlil dan berdoa di makam Mbah Semendhi (d) berziarah dengan bunga sedap malam (e) peziarah wanita yang sedang berhalangan dilarang memasuki makam Mbah Semendhi (f) terpisahnya tempat antara pria dan wanita ketika ziarah di makam Mbah Semendhi (g) peziarah wanita dilarang mendekati makam Mbah Semendhi (h) dilepasnya alas kaki ketika memasuki makam (i) penggunaan warna putih dan hijau pada bangunan makam Mbah Semendhi.