Skripsi
Manajemen proses pembelajaran pada sekolah kejuruan (studi kasus di SMK Negeri 4 Malangl) / Laila Nusibad
Abstrak
Kata Kunci manajemen pembelajaran sekolah kejuruan Manajemen pembelajaran dapat diartikan sebagai upaya untuk menerapkan kaidah-kaidah administrasi dalam pembelajaran. Pembelajaran sering disebut sebagai manajemen kurikulum padahal tidak sepenuhnya seperti itu. Kurikulum merupakan tujuan akhir dari program pembelajaran yang direncanakan oleh sekolah sedangkan pembelajaran adalah cara mencapai tujuan tersebut. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum sebagai program atau rencana yang telah dicita-citakan sedangkan pembelajaran adalah implementasi dari rencana yang telah ditetapkan. Kurikulum dan pembelajaran adalah satu kesatuan dimana keduanya tidak dapat dipisahkan karena kurikulum tanpa pembelajaran tidak akan menghasilkan apa-apa. Sedangkan pembelajaran tanpa kurikulum tidak ada pedoman yang memberikan arah pada pencapaian tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pembelajaran pada sekolah kejuruan mulai dari perencanaan pembelajaran pelaksanaan pembelajaran penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif studi kasus. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara observasi dan dokumentasi. Analisis data mengunakan langkah-langkah reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan pengecekan keabsahan data dilakukan dengan ketekunan/keajegan pengamatan triangulasi dan pemeriksaan teman sejawat. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh tiga kesimpulan sebagai berikut (1) perencanaan pembelajaran pada sekolah kejuruan terdapat sinkronisasi antara sekolah dengan pihak industri (2) pelaksanaan pembelajaran pada sekolah kejuruan menggunakan metode sesuai dengan kebutuhan melalui tahap membuka pelajaran kegiatan belajar mengajar berlangsung atau inti dan menutup pelajaran. Ada tiga aspek pembelajaran yaitu adaptif normatif dan produktif. Pada aspek produktif berlangsung di sekolah dan di industri (3) penilaian pembelajaran pada sekolah kejuruan ada tiga aspek yaitu adaptif normatif dan produktif. Aspek produktif berlangsung di sekolah dan industri dan proses penilaiannya sumatif dan formatif. Pada saat peserta didik Praktek Industri nilai murni dilakukan oleh industri sekolah tidak berhak menentukan nilai tersebut. Berdasarkan simpulan penelitian ini disarankan kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Malang perlu mempertimbangkan waka tidak merangkap sebagai guru serta menambah guru keahlian khusus sehingga tidak perlu menerapkan sistem tutor teman sehingga tutor teman dapat digantikan untuk berdiskusi dengan teman. Bagi Guru SMK Negeri 4 Malang hendaknya terus meningkatkan kompetensinya dan memperhatikan peserta didik yang berkebutuhan khusus sehingga peserta didik mempunyai motivasi dan semangat yang tinggi untuk terus meningkatkan keterampilannya terhadap pelajaran yang sedang dipelajari. Bagi Dunia Industri seharusnya bekerja sama dengan pihak sekolah dan senantiasa menyediakan tempat Prakerin peserta didik yang nantinya output yang dihasilkan sekolah dipakai oleh pihak industri. Bagi Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai tambahan masukan dan pengembangan terhadap materi mata kuliah yang berhubungan dengan Manajemen Pembelajaran dan bagi peneliti berikutnya penelitian ini dijadikan salah satu acuan untuk mengembangkan penelitian yang sejenis terutama tentang manajemen pembelajaran di SMK Negeri 4 Malang.