Disertasi
Hubungan antara supervisi kepala sekolah, budaya kerja dan motivasi berperstasi guru dengan kinerja profesianal guru pada SMA Negeri di kota manado / Olga O.L Tirajoh
Abstrak
Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Prof. Dr. Willem Mantja M.Pd (II) Prof. Dr. Hendyat Soetopo M.Pd (III) Prof. H.A. Sonhadji. K.H. MA. Ph.D. Kata kunci supervisi kepala sekolah budaya kerja motivasi berprestasi guru kinerja profesional guru. Pendidikan memegang peranan yang sangat strategis untuk mendapatkan dan meningkatkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta informsi dunia. Guru sebagai agen pembelajaran sangat perlu meningkatkan mutu kinerja profesionalnya agar dapat menghasilkan lulusan program pendidikan yang dapat diandalkan. Kondisi tersebut menuntut perlu adanya suatu sistem pendidikan yang mampu menyediakan sumberdaya manusia yang mampu bersaing secara global. Oleh karena itulah kebijakan pendidikan nasional perlu diarahkan agar mampu menyiapkan sumberdaya manusia yang mampu menghadapi tantangan masa depan secara efektif sejak usia sekolah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara supervisi kepala sekolah budaya kerja dan motivasi berprestasi dengan kinerja profesional guru pada SMA Negeri di Kota Manado. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Pengambilan sampel untuk responden penelitian ini sebanyak 120 guru yang ditentukan secara proportional random sampling teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Untuk menguji pola hubungan model yang dibentuk digunakan alat analisis yang mampu menjelaskan secara simultan hubungan tersebut yaitu menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan menggunakan program Analysis of Moment Structures (AMOS) versi 4.01. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisis diskriptif variabel supervisi dengan frekuensi sebesar 62 responden (51 67%) sedangkan variabel budaya kerja dengan frekuensi sebesar 64 responden (53 33%). Untuk variabel motivasi berprestasi dengan frekuensi sebesar 67 responden (55 83%). Dan variabel kinerja profesional guru dengan frekuensi sebesar 60 responden (50 00%) yang kesemua variabel mempunyai frekuensi tergolong tinggi. Selain itu berdasarkan analisis hubungan antar variabel menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah memiliki hubungan langsung yang positif dan signifikan dengan motivasi berprestasi guru dan kinerja profesional guru supervisi kepala sekolah juga memiliki hubungan yang positif dan signifikan secara tidak langsung dengan kinerja profesional guru melalui variabel motivasi berprestasi guru. Sedangkan untuk variabel budaya kerja juga memiliki hubungan langsung yang positif dan signifikan dengan motivasi berprestasi guru dan kinerja profesional guru selain itu budaya kerja juga memiliki hubungan tidak langsung yang positif dan signifikan dengan kinerja profesional guru melalui variabel motivasi berprestasi guru. Sehingga seluruh hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima dan dapat dibuktikan kebenarannya secara empiris. Hasil penelitian ini berhasil mengkonfirmatori teori-teori dan temuan-temuan penelitian sebelumnya tentang hubungan supervisi kepala sekolah budaya kerja motivasi berprestasi guru dengan kinerja profesional guru. Analisis struktural juga mengungkapkan model yang cocok antara data dengan model struktural yang diuji. Lebih lanjut temuan penelitian ini mendukung teori-teori dan penelitian sebelumnya. Dari temuan penelitian dapat disarankan hal-hal sebagai berikut (1) kepada Kementrian Pendidikan Nasional disarankan dalam rangka mengambil kebijakan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan kinerja profesional guru perlu memperhatikan dan mengevaluasi program supervisi kepala sekolah yang telah ditetapkan serta perlunya memperhatikan faktor budaya kerja serta motivasi berprestasi dikalangan para guru (2) kepada Dinas Pendidikan kota Manado disarankan agar hasil penelitian ini dijadikan dasar dalam membuat kebijakan pembangunan dalam bidang pendidikan utamanya bagi peningkatan kinerja profesional guru perlu memperhatikan pentingnya supervisi kepala sekolah budaya kerja serta motivasi berprestasi guru sehingga dapat mengoptimalkan kinerja guru secara menyeluruh (3) Kepada para kepala Sekolah SMA Negeri di Kota Manado hendaknya dalam pembuatan program untuk peningkatan kinerja profesional guru perlu memperhatikan program supervisi yang kontinyu dan memperhatikan pula budaya kerja serta motivasi kerja para guru yang dipimpinnya (4) Kepada para guru disarankan untuk terus berupaya meningkatkan kemampuannya dengan cara memutakhirkan pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki. Hal itu bisa dilakukan dengan cara mengikuti pendidikan dan pelatihan mengikuti kegiatan ilmiah yang berhubungan dengan bidang tugasnya lokakarya seminar dan lain sebagainya secara intensif dan (5) kepada peneliti manajemen pendidikan disarankan untuk melakukan penelitian yang serupa dengan menggunakan variabel lainnya atau meneliti dengan pendekatan yang berbeda yaitu pendekatan kualitatif.