Tugas Akhir
Upaya meningkatkan aktifitas dan prestasi belajar IPA dengan pendekatan pembelajaran discovery pada siswa kelas VI SDN Gunungrejo 1 Singosari Malang / Gatot sukotjo
Abstrak
KATA KUNCI Pembelajaran Metode Penemuan (Discovery) Prestasi Belajar IPA Seiring dengan perubahan zaman dan perkembangan ilmu pengetahuan sistem pendidikan di Indonesia dapat dimaklumi telah mengalami banyak perubahan. Perubahan perubahan itu dilakukan dengan berbagai usaha pembaharuan seperti pembaharuan dalam bidang strategi pendekatan model dan teknik pembelajaran. Sehingga dunia pendidikan di Indonesia semakin mengalami kemajuan. Berdasarkan pengalaman penulis selaku guru di SDN Gunungrejo 1 menunjukkan bahwa kegagalan dalam belajar IPA yang dihadapi oleh sejumlah siswa disebabkan kurang adanya dorongan untuk belajar selama mengikuti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah oleh guru. Dari sebanyak 48 siswa hanya terdapat 1 atau 2 siswa yang mengajukan pertanyaan sedangkan yang lain pasif. Hal ini berdampak pada rendahnya nilai rata-rata prestasi belajar IPA di SDN Gunungrejo 1 khususnya pad siswa kelas VI yang nilai rata-rata untuk matapelajaran tersebut hanya mencapai nilai 50. Maka dari itu dibutuhkan suatu perbaikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagai upaya membangkitkan aktivitas dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPA misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa dan guru untuk menemukan konsep IPA bukan hanya pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru (teacher centered) saja. Aktivitas belajar yang aktif berpusat pada siswa (student centered) nantinya diharapkan tidak hanya menjadikan siswa terlibat dalam kegiatan akademik akan tetapi berperan penting dalam menentukan seberapa jauh siswa akan belajar dari suatu kegiatan pembelajaran atau seberapa jauh siswa menyerap informasi yang disajikan kepada mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif afektif dan psikomotorik yang lebih tinggi dalam mempelajari materi itu sehingga siswa itu akan memperoleh pengalaman belajar dengan lebih baik. Moh. Nur (2001 3) menyampaikan bahwa tugas penting guru adalah merencanakan bagaimana guru mendukung aktivitas belajar siswa. Oleh sebab itu sebagai seorang guru disamping menguasai materi juga diharapkan dapat menetapkan dan menyajikan materi yang sesuai kemampuan dan kesiapan siswa sehingga siswa menguasai materi dengan pengalaman belajar yang optimal. Berdasarkan uraian tersebut di atas penulis mencoba menerapkan satu metode di antara macam-macam metode pembelajaran yaitu metode pembelajaran penemuan (discovery) untuk mengungkapkan apakah dengan model penemuan (discovery) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA. Menurut Siadari (2001 4) metode pembelajaran ini mengkondisikan siswa untuk terbiasa menemukan mencari mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran. Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar. Aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas VI SDN Gunungrejo 01 dengan penerapan metode pembelajaran discovery ternyata semakin meningkat karena anak yang langsung berbuat untuk menemukan sendiri dalam memecahkan masalah. Sehingga kegiatan belajar - mengajar sebagian besar didominasi para siswa sedangkan guru hanya sebagai pembimbing dan fasilitator dan peingkatan aktivitas belajar ini ditunjukkan dengan nilai prestasi belajar siswa yang semakin meningkat pula. Hasil belajar atau prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas VI SDN Gunungrejo 1 Kabupaten Malang melalui penerapan metode pembelajaran penemuan terbimbing (discovery) mengalami peningkatan yang ditunjukan dengan kenaikan persentase ketuntasan prestasi belajar siswa dalam setiap tahap yaitu tahap pra tindakan sebesar 10 42% siklus 1 pertemuan 1 sebesar 58% siklus 1 pertemuan 2 sebesar 85% dan siklus 2 sebesar 100%.