Disertasi
Penerapan sistem nilai dalam budaya organisasi sekolah unggul studi (studi multi kasus pada tiga SMP di Kabupaten Banyuwangi / Manshur
Abstrak
Disertasi Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarja na Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. H. Ahmad Sonhadji K.H. M.A. Ph.D. (II) Prof. Dr. Willem Mantja M.Pd (III) Prof. Dr. Ibrahim Bafadal M.Pd Kata-kata kunci sistem nilai budaya organisasi sekolah unggul SMP Pada zaman global ini maraknya berita diberbagai media yang memuat tentang kenakalan remaja anak-anak dan guru orang tua semakin menyadari akan pentingnya pendidikan yang berkulitas bagi anak-anaknya sekolah yang berkualitas dan berbasis nilai terus dicari dan sekolah yang mutunya rendah ditinggalkan. Orang tua tidak memperdulikan apakah sekolah negeri ataupun swasta. Kenyataan ini terjadi karena kebutuhan yang merata di setiap kota di Indonesia sehingga memunculkan sekolah-sekolah unggul berbasis nilai. Keunggulan suatu sekolah dipengaruhi berbagai variabel baik yang tampak maupun tidak tampak. Selama ini banyak pihak menjelaskan keunggulan sekolah hanya dilihat dari dimensi yang tampak terutama perolehan nilai ujian akhir nasional dan kondisi fisik sekolah. Owens (1995) menegaskan bahwa dimensi yang tidak tampak yang mencakup nilai-nilai (values) keyakinan (beliefs) budaya dan norma perilaku justru lebih berpengaruh terhadap kinerja individu. Penelitian ini bermaksud memperoleh gambaran lebih mendalam tentang penerapan sistem nilai dalam budaya sekolah unggul yang memiliki latar budaya organisasi yang berbeda baik dari segi ni lai-nilai yang dianut maupun penye lenggaraannya yaitu (1) SMP Negeri 1 Banyuwangi (2) SMP Kristen Aletheia Genteng dan (3) SMP Bustanul Makmur Genteng.Fokus penelitian ini tertuju pada tiga hal yaitu a)Penerapan sistem nilai pengetahuan mencakup (1) sistem nilai prestasi (2) sistem nilai mandiri (3) sistem nilai disiplin dan (4) sistem nilai keunggulan b).Penerapan sistem nilai sosial mencakup (1) sistem nilai kebebas an (2). sistem nilai kesederhanaan dan kesahajaan (3) sistem nilai kebersamaan dan persaudaraan c).Penerapan sistem nilai agama meliputi (1). sistem nilai ibadah (2) sistem nilai kerendahan hati/tawaddu . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan ran cangan studi multi kasus. Orientasi yang digunakan pendekatan feno menologis dan pendekatan budaya informan ditetapkan secara purposif. Teknik pengumpulan data meliputi (1) wawan cara mendalam (2) observasi partisipan dan (3) studi dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisasir ditafsir dan dianalisis secara berulang-ulang melalui analisis dalam ka sus maupun analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstrak si temuan penelitian. Kredibilitas data dicek dengan prosedur trianggu Iasi pengecekan anggota diskusi teman se jawat. Sedangkan depen dabilitas dan konfirmabilitas dilakukan oleh para pembimbing seba gai dependent auditor. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan Pertama penerapan sistem nilai pengetahuan dapat terwujud secara efektif(1) apabila terlaksanaVisi-misi RKAS pedoman mutu iklim kondusif input yang baik menghargai aktivitas dan capaian program pengembangan remidi evaluasi mading SDM bimbingan belajar paguyuban kelas (2) apabila terwujudkebebasan kejujuran guru sebagai fasilitator kelompok kerja mandiri dan terampil (3) jikamemiliki disiplin utuh reword sangsi kerohanian sesuai dengan agamamasing-masing (4) apabila keunggulan merupakan kebutuhan dan tanggung jawab seluruh warga belajar secara intensif melebihi siswa lain tambahan jam intensif bilingual peningkat kan kemampuan Sejarahpositif sekolah kemapanan dukungan alumni peng hargan terhadap eksistensi sekolah rujukan studi banding penerapan sistem aplikasi sekolah Kedua penerapan sistem nilai sosial dapat terwujud secara efektif (1) Jika terwujudkebebasanberpendapat berkreasi berekspresi dan menyampaikan kritik menghargai keberagaman agenda polling murni tanggung jawab siswa dalam memberikan apresiasi kepada guru (2)apabila terlaksana PSB seleksi peduli sosial simpati kesederhanaan mendidik mengajarkan hidup sederhana pelarangan membawa HP dan perhiasan mencolok penyediakan telpon gratis (3) Jikalau terwujud kebersamaan dan persaudaraan saling tolong saling bantu tercermin dalam kegiatan OSIS PMR pramuka keagamaan silaturrahim dan pemberian bantuan Ketiga Penerapan sistem nilai agamadapat terwujud secara efektif (1)apabila pelajaran didahuluidengan ibadah baca kitab suci renungan pagi shalat dhuha PBM dimulaidengan salam doa pelajaran inti evaluasi dan do a penutup (2) apabila moral menjadi penentu kenaikan dan kelulusan menyambut dan menghormati siswa diajarkan rendah hati taat dibekali training kecerdasan diajarkan tentang makna hidup supaya sabar tawakkal menghormati yang lebih tua menyapa secara santun jabat tangan. Kepada beberapa pihak disarankan agar (1). Bagi guru karyawan dan segenap pemangku kepentingan sekolah sebagai tambahan pengetahuan dan tambahan wawasan tentang pelak sanaan sistem nilai dalam budaya organisasi sekolah. (2) Bagi kepala sekolah agar lebih efektif pelaksanaan sistem nilai supaya dipertimbangkan rasio tim pemantau baik guru agama maupun tim khusus yang lain dan bagi yayasan merupakan masukan pertimbangan dalam perumusan kebijakan untuk penerapan strategi pelaksanaan dan pelestarian sistem nilai serta meningkatkan produktifitas dan efektifitas belajar. (3) Bagi Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kementerian Agama Kabupateni Banyuwangi sebagai masukan penerapan sistem nilai dalam budaya organisasi sekolah yang berhubungan dengan aspek pengetahuan sosial maupun agama.(4) Bagi lembaga pendidikan persekolahan secara konseptual dapat memperkaya teori manajemen pendidikan terutama yang berkaitan dengan penerapan sistem nilai dalam budaya organisasi sekolah yang bersifat homogen maupun yang heterogen. (5)Bagi peneliti-peneliti berikutnya dapat dijadikan acuan untuk mengkaji lebih mendalam dengan topik dan fokus serta setting yang lain untuk memperoleh perbandingan sehingga memperkaya temuan-temuan penelitian ini.