Skripsi
Pengembangan pembelajaran fisik motorik halus melalui pembuatan boneka ulat untuk anak kelompok A di TA Ar-Ridlo Malang / Dwi Oktiviandani
Abstrak
Kata kunci Pengembangan Fisik Motorik Halus Pembuatan Boneka Ulat Pertumbuhan dan perkembangan fisik motorik juga merupakan salah satu perkembangan anak yang perlu mendapat stimulasi yang baik karena setiap kegiatan yang anak lakukan selalu melibatkan motorik baik motorik halus maupun motorik kasar. Motorik halus digunakan anak saat melakukan aktivitas ringan seperti bermain mobil-mobilan membangun balok menggambar dll. Jika motorik halus ini tidak berkembang optimal maka akan sangat mengganggu aktivitas anak. Berdasarkan hasil penelitian melalui observasi terhadap anak kelompok A di TA Ar-Ridlo Malang pembelajaran fisik motorik halus melalui pembuatan boneka ulat belum pernah dilaksanakan dan merasa perlu untuk dilaksanakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pembelajaran fisik motorik halus melalui pembuatan boneka ulat yang diharapkan mudah untuk dilakukan menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak. Prosedur pengembangan pembelajaran fisik motorik halus melalui pembuatan boneka ulat ini adalah 1) Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi 2) Melakukan perencanaan selanjutnya dievaluasi oleh para ahli 3) Mengembangkan bentuk produk awal 4) Melakukan uji coba kelompok kecil dengan 6 subjek 5) Melakukan revisi terhadap produk awal 6) Melakukan uji lapangan utama dengan 40 subjek 7) Melakukan revisi produk. Intrumen yang digunakan adalah berupa kuesioner berisi tentang rancangan produk dan produk yang telah dibuat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berupa persentase. Hasil pengembangan ini adalah 90% anak mudah melakukan pembuatan boneka ulat 100% anak senang melakukan pembuatan boneka ulat dan 100% anak tidak berbahaya melakukan aktivitas pembuatan boneka koran. Berdasarkan data hasil pengembangan fisik motorik halus melalui pembuatan boneka ulat maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan boneka ulat mudah untuk dilakukan menyenangkan dan tidak membahayakan bagi anak. Diharapkan hasil pengembangan ini dapat diujicobakan kepada kelompok yang lebih luas dan dapat disosialisasikan kepada sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan yang terkait sehingga dapat digunakan sebagaimana mestinya. Selain hal tersebut karena penelitian ini hanya terbatas pada pengembangan produk diharapkan ada penelitian selanjutnya untuk menguji tingkat keefektifan dari produk yang dikembangkan. Berdasarkan hasil observasi selama penelitian dan pengembangan pembelajaran fisik motorik halus melalui pembuatan boneka ulat dapat mengembangkan kemampuan fisik motorik kognitif bahasa agama kreativitas dan sosial-emosional anak.