UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Sebaran kedapatan harian antara wereng hijau (Empoascap.) dengan kubah kubah (Curius coeruleus) pada tanaman teh (Camellia sintesis L.O.K.) klon gambung di kebun teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang / Haris Sulton

Sultoni, Haris - Nama Orang;

Abstrak
Kata Kunci sebaran harian wereng hijau (Empoasca Sp) kumbang kubah (Curinus coeruleus) Tanaman Teh Klon Gambung. Pengendalian hama secara hayati adalah pengendalian hama yang proses pengendaliannya tanpa merusak lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan membiarkan musuh-musuh alaminya dari suatu hama yakni predator tetap hidup kumbang kubah adalah predator dari wereng hiaju yang bisa digunakan untuk pengendalian hayati oleh karenanya perlu dikaji tentang sebaran harian dari wereng hijau dan kumbang kubah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1)sebaran kepadatan harian wereng hijau dan kumbang kubah pada tanaman teh (2)hubungan populasi antara keduanya dan (3) faktor abiotik yang paling berpengaruh pada sebaran kepadatan harian antara wereng hijau dan kumbang kubah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan di Kebun Teh Wonosari Singosari Kabupaten Malang pada bulan Maret 2011. Tempat pencuplikan sampel wereng hijau dan kumbang kubah pada tanaman teh klon Gambung sedangkan penentuan titik cuplikan dengan cara membuat garis transek pada petak tanaman teh klon Gambung secara diagonal serta menentukan titik pencuplikan secara sistematis sebanyak 13 titik pencuplikan. Faktor abiotik yang diukur meliputi suhu kelembapan udara intensitas cahaya dan kecepatan angin perbedaan jumlah kelimpahan antar waktu dianalisis secara deskriptif hubungan antara wereng hijau dengan faktor lingkungan dan hubungan antara kumbang kubah dengan faktor lingkungan dianalisis dengan analisis regresi ganda bertahap (stepwise multiple regression) dengan menggunakan program SPSS sedang pola distribusi harian wereng hijau dan kumbang kubah dianalisis dengan menghitung indeks sebaran Morisita (Is). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan populasi harian wereng hijau cenderung menurun dari pagi ke sore. Kedua sebaran kepadatan harian kumbang kubah cenderung menurun dari pagi ke sore dan kepadatan terendah pada siang hari. Ketiga sebaran harian kumbang kubah pada tanaman the klon gambung berhubungan signifikan dengan keberaaan wereng hijau. Keempat faktor abiotik yang berpengaruh terhadap kelimpahan harian wereng hijau adalah intensitas cahaya untuk waktu pagi hari kelembaban udara untuk siang dan sore hari. Sedangkan pada kumbang kubah adalah kelembaban udara pada waktu pagi hari kecepatan angin untuk siang hari dan kelembaban udara pada waktu sore.


Informasi Detail
DDC
Rs 633.72 SUL s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Biologi, 2011.
Deskripsi Fisik
ix, 92 lembar : il., tab. ; 30 cm.
Bahasa
Indonesia
No Reg
01075/KI/12
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang, 2011
Subjek
1. KEBUN TEH - HAMA
2. WERENG HIJAU - SEBARAN
3. KEMBANG KUBAH - SEBARAN

Pembimbing
1. FATCHUR ROHMAN ; 2. AMIN SETYO LEKSONO
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik