Skripsi
Penerapan permainan maze berintangan untuk meningkatkan kemampuan fisik motorik anak kelompok A di TK ABA 6 Kota Malang / Rizky Lailatul Khomariyah
Abstrak
Kata kunci Permainan maze berintangan fisik motorik taman kanak-kanak. Dalam kegiatan fisik motorik yaitu senam bersama 7 anak dari 23 anak yang dapat melakukan senam dengan baik. Mereka mengalami kesulitan saat menirukan gerakan ibu guru. Kemungkinan hal ini disebabkan kurang berkembangnya keterampilan motorik koordinasi gerak tangan dan kaki anak. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan keterampilan fisik motorik yang efektif menarik dan menyenangkan yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar sebagai media pembelajaran. Selain itu pembelajaran fisik motorik yang optimal juga harus dapat memperhatikan komponen-komponen perkembangan fisik motorik. Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan permainan maze berintangan di kelompok A TK ABA 6 Kota Malang dan mendeskripsikan peningkatkan fisik motorik anak di kelompok A TK ABA 6 Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Adapun tahap-tahap penelitiannya terdiri dari 2 siklus yaitu meliputi siklus 1 dan siklus 2 yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan pelaksanaan pengamatan refleksi. Penelitian ini dilakukan di TK ABA 6 Kota Malang Kelompok A yang berjumlah 23 anak mulai bulan Februari-Maret 2012. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi teknik wawancara penilaian perkembangan anak dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui observasi hasil penilaian kemajuan individu dan dokumentasi kemudian melalui proses analisis dalam kerangka memperoleh data yang benar kemudian disimpulkan dan dimaknai. Hasil penelitian yaitu penerapan permainan maze berintangan meliputi kegiatan anak menelusuri jalan sambil merangkak meloncat berjalan di atas papan titian melempar dan menendang bola. Bahwa kegiatan maze berintangan dapat meningkatkan kemampuan fisik motorik anak hal ini terlihat dari hasil nilai keseluruhan kelas pada siklus I yaitu 90% dan pada siklus II yaitu 96 67% yang berarti anak sangat mampu bermain maze berintangan. Disimpulkan bahwa permainan maze berintangan dapat mengembangkan kemampuan fisik motorik anak. Disarankan agar guru AUD memberikan kegiatan pembelajaran yang sesuai usia anak didik dan karakteristik anak-anak khususnya dalam mengembangkan fisik motorik anak salah satunya yaitu dengan bermain maze berintangan. Dan ketika melakukan kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan dengan cara bermain karena bermain merupakan hal yang paling menyenangkan dan menggembirakan bagi anak