Skripsi
Penerapan model permainan fun cooking untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok V TK Kartika 22 Singosari Malang / Rizka Susilo Widiastuti
Abstrak
Kata Kunci Kemampuan Motorik Halus Model Permainan Fun Cooking Anak Usia Dini Latar belakang dalam penelitian ini berdasar pada rendahnya kemampuan motorik halus anak pada kelompok B di TK Kartika 22 Singosari Malang. Hal ini ditunjukkan dengan seringnya anak meminta bantuan kepada guru untuk membuat bentuk dengan plastisin/playdough daripada berinisiatif dan mencoba sendiri membuat bentuk-bentuk yang diinginkan anak. Berkaitan dengan itu sebagai upaya guru untuk meningkatkan motorik halus anak dalam membuat bentuk dengan plastisin/playdough maka diperlukan model permainan yang sesuai yaitu dengan menerapkan model permainan fun cooking. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) mendeskripsikan cara penerapan model permainan fun cooking untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Kartika 22 Singosari Malang dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Kartika 22 Singosari Malang dengan menerapkan model permainan fun cooking. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 4 tahapan perencanaan tindakan pengamatan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus masing-masing siklus terdiri dari 1 (satu) kali pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B di TK Kartika 22 Singosari Malang dengan jumlah murid 20 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan dari awal hingga akhir dapat dikatakan bahwa penggunaan model permainan fun cooking dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dari 60% pada siklus I menjadi 85% pada siklus II. Pada siklus I jumlah anak yang mencapai presentase minimal keberhasilan kemampuan motorik halus hanya mencapai 12 orang anak pada siklus II meningkat menjadi 17 orang anak. Saran bagi lembaga sebagai salah satu masukan dalam memperkaya variasi kegiatan pembelajaran dan membuat materi pelajaran yang lebih variatif lagi serta memprogramkan peningkatan gizi anak melalui permainan fun cooking. Bagi guru hendaknya menggunakan model permainan fun cooking sebagai variasi pembelajaran yang menyenangkan bagianak disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi. Bagi peneliti selanjutnya permainan fun cooking yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat digunakan sebagai bahan perbandingan sehingga menjadi dapat lebih baik lagi dalam meningkatkan kemampuan anak.