Skripsi
Penggunaan permainan tradisional boy-boyan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar / Feronika Evi Retnaningtyas
Abstrak
Kata Kunci Permainan Tradisional Boy-boyan kemampuan motorik kasar Berdasarkan hasil observasi terhadap anak kelompok B di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar dari 30 anak ditemukan 20 anak sebesar 66 67% anak masih belum tuntas kemampuan motorik kasar dalam melempar dan menangkap bola (jenis kecil). Faktor yang menyebabkan diantaranya metode pembelajaran dan alat pembelajaran yang digunakan kurang menarik bagi anak. Oleh sebab itu untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar tersebut peneliti melakukan penelitian dengan metode bermain permainan tradisional Boy-boyan. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut (1) Bagaimana penggunaan permainan tradisional Boy-boyan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar (2) Apakah penggunaan permainan tradisional Boy-boyan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan pada kelompok B di TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Subyek penelitian anak kelompok B dengan 30 anak yang terdiri 16 laki-laki dan 14 perempuan. Instrumen yang digunakan peneliti untuk pengumpulan data berupa observasi guru unjuk kerja dan dokumentasi. Peneliti terlibat secara penuh dalam kegiatan penelitian baik perencanaan pelaksanaan pengamatan maupun refleksi. Penelitian penggunaan permainan tradisional Boy-boyan dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Pada tahap pra tindakan persentase ketuntasan sebesar 33 33% pada siklus I media genting kurang menarik bagi anak hasilnya 61 11% penelitian dilanjutkan siklus II dengan media APE (Alat Permainan Edukatif) yang hasil persentase ketuntasannya 81 67%. Hasil tersebut sudah sesuai dengan harapan peneliti lebih dari 76% oleh sebab itu permainan ini dapat digunakan dengan memanfaatkan APE (Alat Permainan Edukatif) yang ada di sekolah. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan Tradisional Boy-boyan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Yos Sudarso Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Untuk itu disarankan bagi peneliti sebaiknya permainan ini dapat sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya bagi kepala sekolah dapat menjadi sarana untuk lebih memotivasi guru-guru kelas agar meningkatkan mutu pembelajaran bagi guru sebaiknya memanfaatkan media APE (Alat Permainan Edukatif) yang ada disekolah untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.