UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Karakteristik lingkungan estuari di pantai selatan Kabupaten Jember / Nasobi Niki Suma

Suma, Nasobi Niki - Nama Orang;

Abstrak
Kata kunci karakteristik lingkungan estuari pantai selatan Jember Lingkungan estuari merupakan daerah pertemuan antara air tawar dari sungai dengan air asin dari laut yang memiliki 4 zona yaitu Riverine Subsystem Slough Subsystem Bay Subsystem dan Marine Subsystem. Lingkungan estuari ini sangat produktif dan juga rentan terhadap gangguan yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Kabupaten Jember memiliki 3 lingkungan estuari di Pantai Selatan Jember. Aktivitas manusia disekitar lingkungan estuari di Jember sangat beragam sehingga dapat menyebabkan lingkungan estuari rentan terhadap kerusakan. Estuari Mayang (Kec. Ambulu) penduduknya beraktivitas sebagai petani. Jarak yang terlalu dekat antara area persawahan dengan perairan estuari menyebabkan di daerah ini rentan terhadap kerusakan. Aktivitas nelayan dan bangunan TPI terdapat di Estuari Bedadung (Kec. Puger) dengan sumbangan limbah 87 5 m3/hari. Sedangkan tambak terbesar di Jember terdapat di Estuari Mayang (Kec. Gumukmas) dengan luas 465 Ha. Aktivitas-aktivitas tersebut dapat menyumbangkan limbah pencemaran bagi lingkungan estuari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik lingkungan estuari di Kabupaten Jember. Karakteristik tersebut berupa karakteristik fisik dan karakteristik gelombang. Metode yang digunakan survey dengan pendekatan deskriptif. Data primer yang dikumpulkan meliputi kandungan DO BOD salinitas kecerahan air kecepatan angin dan periode gelombang laut. Data sekunder meliputi peta jaringan sungai Kabupaten Jember peta penggunaan lahan peta geologi peta lokasi penelitian kadar sedimen sungai dan debit sungai. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pembagian 4 sistem estuari. (Rositasari 1994 28) Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik Estuari Mayang memiliki sedimen pasir sangat halus (Very Fine Sand) debit sungai rata-rata 8086 446 (m3/detik) kecerahan air lebih dari 25 pada zona A dan zona B salinitasnya bertipe Well Mixed tidak memiliki kandungan DO dibawah 5 mg/L dan memiliki kandungan BOD yang rendah. Estuari Bedadung memiliki sedimen liat (Clay) debit sungai rata-rata 15329 23 (m3/detik) memiliki kecerahan air lebih dari 25 cm pada zona A dan zona B salinitasnya bertipe Partially Mixed memiliki kandungan DO dibawah 5 mg/L di zona Riverine Subsystem dan Bay Subsystem dan memiliki kandungan BOD yang rendah. Estuari Tanggul memiliki sedimen lumpur (Silt) debit sungai rata-rata 10423 47 (m3/detik) memiliki kecerahan air kurang dari 25 cm pada zona A dan zona B salinitasnya bertipe Well Mixed memiliki kandungan DO dibawah 5 mg/L di zona Bay Subsystem dan memiliki kandungan BOD yang rendah. Karakteristik gelombang pada Estuari Mayang Bedadung dan Tanggul sama-sama memiliki sifat konstruktif (membangun pantai).


Informasi Detail
DDC
Rs 551.4609 SUM k
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Geografi, 2012.
Deskripsi Fisik
x, 123 lembar : il., tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01417/KI/12
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Unersitas Negeri Malang, 2012
Subjek
1. ESTUARI - LINGKUNGAN
Pembimbing
1. Bagus Stiabudi Wiwoho ; 2. Hendri Purwito
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik