Skripsi
Penerapan permainan ular tangga raksasa untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak kelompok A2 di TK ABA 6 Malang / Irvina Desy Lailawati
Abstrak
Kata Kunci Permainan Ular Tangga Kemampuan Kognitif Anak Kelompok A2 Penelitian ini berlatar belakang pada kurangnya kemampuan kognitif anak dalam memahami angka 1-10. Dari 24 anak yang ada pada TK ABA 6 Malang 10 anak yang mampu memahami angka 1-10. Bagi anak yang belum mampu memahami angka 1-10 guru memberikan pembelajaran khusus pada saat jam istirahat. Guru mengajak anak untuk mengurutkan angka mengambil angka sesuai perintah guru dengan menggunakan media flash card. Pembelajaran di kelas juga selalu mengajarkan anak untuk mengulang-ulang angka 1-10. Seringnya penggunaan media dan metode yang tetap membuat anak merasa jenuh dan bosan sehingga anak kurang antusias dalam menerima pembelajaran dari guru. Penelitian dilaksanakan dengan rumusan masalah untuk mendeskripsikan penerapan permainan ular tangga raksasa untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam memahami angka 1-10 dan menjelaskan penerapan permainan ular tangga raksasa untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam memahami angka 1-10. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas kolaborasi. Peneliti bersama dengan guru membuat Rancangan Kegiatan Harian (RKH) sampai dengan penilaian terhadap penggunaan permainan ular tangga raksasa yang dilakukan anak kelompok A2 di TK ABA 6 Malang. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi catatan lapangan dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan 2 siklus. Dalam setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu perencanaan pelaksanaan observasi dan refleksi. Hasil yang diperoleh dari penerapan permainan ular tangga raksasa terhadap kemampuan kognitif anak kelompok A2 di TK ABA 6 Malang pada siklus I pertemuan pertama 67 5% dan pertemuan kedua 74 5%. Diperoleh hasil rata-rata 71% sehingga mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 7%. Pada siklus II pertemuan pertama mencapai 80 63% dan pertemuan kedua 87 5%. Diperoleh hasil rata-rata 84 07% sehingga mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 6 87%. Dari rata-rata siklus I dan siklus II terdapat peningkatan kemampuan kognitif sebesar 13 07%. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak telah meningkat dalam memahami angka 1-10 setelah diterapkan permainan ular tangga raksasa. Untuk itu guru diharapkan bisa menggunakan permainan ular tangga untuk mengatasi masalah yang lain dan dalam pembelajaran hendaknya menggunakan permainan agar anak merasa senang dan dapat memperoleh hasil pembelajaran dengan maksimal.