Skripsi
Orientasi nilai terhadap gaya hidup dan solidaritas sosial di dalam komunitas vespa Kota Malang / Farida Kurnianingrum
Abstrak
Kata Kunci Komunitas Vespa orientasi nilai gaya hidup solidaritas sosial. Berawal dari saling bertukar informasi di antara penggemar vespa kemudian terbentuk suatu komunitas yang tidak menonjolkan ego individu tetapi lebih untuk membentuk persaudaraan dalam satu komunitas guna mempererat tali persaudaraan antara sesama penggemar Vespa. Ketertarikan seseorang bergabung dalam suatu komunitas merupakan pilihan hidupnya yang kemudian menjadi bagian dari gaya hidup seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih dalam pola gaya hidup komunitas vespa bagaimana solidaritas sosial yang berkembang dalam komunitas ini kemudian menemukan orientasi nilai yang terkandung di dalam pola gaya hidup dan solidaritas di dalam komunits vespa Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif merupakan penelitian lapangan yang mencoba membaca langsung apa yang sebenarnya terjadi kaitannya dengan orientasi nilai yang dapat diambil dari gaya hidup dan solidaritas sosial komunitas Vespa di Kota Malang. Data yang diperoleh dari lapangan kemudian dianalisis. Proses analisis data dimulai dengan menelaah data yang diperoleh dari beberapa sumber. Tahap ini merupakan tahap yang benar-benar menentukan keberhasilan suatu penelitian. Prosedur analisis data yang digunakan dalam penelitian ini sebagaimana yang dikembangkan oleh Strauss dan Corbin. Tahap-tahapnya meliputi tahap open coding axial coding dan selective coding. Gaya hidup komunitas vespa lebih berorientasi pada kebebasan. Ekspresi gaya hidup komunitas vespa ditampilkan melalui penampilan para Scooterist seperti cara berbusana gaya rambut gaya berbicara dan kebiasaan yang tampak dari para Scooterist serta model vespa yang mereka naiki. Solidaritas dalam komunitas vespa masuk dalam solidaritas sosial mekanik dimana didasarkan atas persamaan kepercayaan dan kesetiakawanan. Hal ini sejalan dengan prinsip yang dijalankan oleh komunitas vespa dimana tidak ada kelompok-kelompok di dalamnya. Artinya dalam komunitas vespa semua sama tidak ada yang diistimewakan. Rasa solidaritas terhadap sesama Scooterist diwujudkan dalam kesetiakawanan yang erat dalam komunitas vespa. Kesetiakawanan ini kemudian diwujudkan para Scooterist dengan perilaku yang selalu peduli terhadap sesama Scooterist. Komunitas vespa memandang hakekat hidup manusia (MH) adalah baik dan menganggap tingkah laku manusialah yang dapat menjadikan hidup itu buruk. Pandangan komunitas vespa terhadap hakekat dari karya manusia (MK) adalah bahwa karya itu untuk hidup atau memungkinkan manusia untuk hidup. Komunitas vespa memandang hakekat dari kedudukan manusia dalam ruang waktu (MW) adalah lebih mementingkan pandangan yang berorientasi kemasa depan. Bagi komunitas vespa hakekat hubungan manusia dengan alam (MA) adalah manusia harus bisa menjaga kelestarian alam agar terjadi keselarasan antara manusia dengan alam karena kerusakan alam pada akhirnya akan berimbas pada manusia itu sendiri. Masalah yang terakhir adalah hakekat dari hubungan manusia dengan sesamanya (MM) komunitas vespa memandang penting hubungan horisontal antar manusia dalam lingkungan pergaulan komunitas vespa memandang penting nilai-nilai kebersamaan di antara mereka. Saran bagi komunitas vespa yaitu agar komunitas vespa tetap patuh pada aturan dan tidak menjadikan kebebasan sebagai alasan untuk melanggar hukum serta tetap menjaga rasa solidaritas antarsesama. Saran bagi masyarakat yaitu hendaknya dapat menerima komunitas ini dengan baik sehingga dapat memotivasi anak-anak vespa untuk bersikap dan berprilaku yang baik juga ditengah masyarakat. Terakhir diharapkan masyarakat dan aparat kepolisian dapat mengkontrol kegiiatan komunitas ini. Masyarakat dapat membantu aparat kepolisian untuk menindak jika kegiatan yang dilakukan komunitas vespa tidak sesuai dengan aturan.