Tugas Akhir
Desain kendali motor universal menggunakan inverter 1 fasa metode SPWM / Krisdiyanto
Abstrak
Kata Kunci Kendali motor Inverter SPWM Terdapat beberapa metode untuk mengatur kecepatan putar motor yang bervariasi dan pengasutan bertingkat (untuk menghindari arus pengasutan yang terlalu tinggi) pada motor DC dan motor AC. Maka diperlukan sebuah peralatan yang bekerja secara konvensional (mekanis) atau secara elektronis (elektronika daya) yang terhubung dengan motor tersebut. Untuk menghasilkan tegangan bolak balik maupun tegangan arus searah yang bervariasi untuk supply daya motor universal terdapat beberapa alternatif diantaranya dengan menggunakan rangkaian AC atau DC terkontrol maupun rangkaian AC atau DC tak terkontrol. Metode inverter yang banyak dikembangkan adalah inverter dengan modulasi lebar pulsa (Pulse Width Modulation PWM) karena memiliki efisiensi daya yang tinggi dapat mereduksi rugi-rugi harmonisa mampu menggerakkan motor induksi dengan putaran yang halus dan rentang operasi kecepatan yang lebar tujuan tugas akhir ini adalah merakit dan merancang inverter SPWM dengan kendali ATmega 8. Dengan menggunakan inverter ini maka pengendalian kecepatan motor AC dapat dilakukan dengan lebih teliti. Rangkaian inverter ini dirancang supaya ringkas oleh karena itu pada minimum sistem mikrokontroler hanya mengandalkan ragam chip tunggal. Berdasarkan hasil perancangan perakitan pengujian dan pembahsan diperoleh kesimpulan sebagai berikut (1)Dari perancangan desain kendali motor yang dibuat hasil yang didapat sudah sesuai dengan prinsip kerja yang dirancang. Sinyal PWM satu fase yang dirancang merupakan jenis PWM sinusoida yang dibangkitkan menggunakan perhitungan lebar pulsa yang nantinya akan di operasikan menggunakan flash memori mikrokontroler pada port timer OCR1A dan OCR1B. (2) Hasil pengamatan menunjukan bahwa rancangan pembangkit SPWM telah berfungsi dengan baik. Sinyal SPWM yang dibangkitkan memiliki 126 pulsa setiap setengah periode dan rentang frekuensi antara 20 100 Hz dengan kenaikan dan penurunan setiap 10 Hz. (3) Dari hasil pengujian putaran motor dengan loop terbuka respon putaran motor dari pengelolaan data input analog to digital ADC pada mikrokontroler cukup baik. Namun untuk mendapatkan putaran yang stabil dengan daya maksimal maka motor harus bekerja pada tegangan yang sesuai dengan name plate yang terdapat pada motor.