Skripsi
Hubungan kecerdasan emosi dan kecemasan dalam menghadapi ujian nasional pada siswa kelas XII SMA Negeri di kota Malang / Thika Dwiparing Rachma
Abstrak
Kata Kunci kecerdasan emosi kecemasan Kecemasan memang menjadi hal yang wajar dirasakan setiap manusia termasuk kecemasan siswa ketika menghadapi ujian nasional. Jumlah kasus kecemasan meningkat signifikan pada masa menjelang dilaksanakannya Ujian Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) tingkat kecerdasan emosi siswa 2) tingkat kecemasan siswa dan 3) ada tidaknya hubungan antara kecerdasan emosi dan kecemasan pada siswa. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional dengan variabel bebas adalah kecerdasan emosi dan variabel terikatnya adalah kecemasan menghadapi ujian nasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 169 siswa. Validitas instrumen menggunakan uji validitas konstruk dengan loading factor masing-masing butir menunjukkan 8805 0 50. Instrumen yang digunakan berupa skala kecerdasan emosi dengan reliabilitas Alpha Cronbach 0 797 dan skala kecemasan menghadapi Ujian Nasional dengan reliablitias Alpha Cronbach 0 758. Data dianalisis menggunakan tenik uji korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) sebesar 34 32% siswa memiliki kecerdasan emosi pada tingkat sedang 2) sebesar 44 38% siswa memiliki kecemasan menghadapi Ujian Nasional pada tingkat sedang 3) terdapat hubungan negatif antara kecerdasan emosi dengan kecemasan menghadapi ujian nasional pada siswa kelas XII SMA Negeri di Kota Malang. Nilai rxy product moment sebesar -0 344 dengan signifikansi 0 000. Artinya semakin tinggi kecerdasan emosi maka semakin rendah kecemasan yang dimiliki siswa dalam menghadapi Ujian Nasional. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan kepada 1) sekolah dapat memberikan pelatihan kecerdasan emosi agar siswa dapat menerapkan apa yang diperoleh untuk meredam kecemasan yang muncul secara berlebihan saat menghadapi ujian nasional 2) bagi para siswa diharapkan mengikuti pelatihan kecerdasan emosi yang diberikan sekolah maupun instansi lain secara sungguhsungguh 3) peneliti selanjutnya yang tertarik dengan tema yang sama disarankan untuk melakukan penyempurnaan alat ukur agar lebih baik dapat menambah variabel pembeda pada sampel penelitian dapat memperluas jangkauannya sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih baik.