Disertasi
Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan di Sekolah / Siti Rodliyah
Abstrak
Kata kunci partisipasi masyarakat pengambilan keputusan perencanaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara pemerintah lembaga sekolah dan masyarakat. Tanpa dukungan masyarakat pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal. Sekarang semua sekolah telah mempunyai Komite Sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah sebab masyarakat dari berbagai lapisan sosial ekonomi sudah sadar betapa pentingnya dukungan mereka untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah dan untuk memperbaiki mutu pendidikan. Masyarakat sebagaimana diamanahkan dalam UU No. 20 tahun 2003 memiliki hak dan kewajiban dalam penyelenggaraan pendidikan. Masyarakat berhak berpartisipasi dalam perencanaan pelaksanaan dan evaluasi program pendidikan. Adapun kewajibannya adalah memberikan dukungan sumber daya dan sumber dana dalam penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengungkap lebih mendalam tentang partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan pada tiga sekolah lanjutan tingkat atas (MAN 1 SMAN 1 dan SMKN 1) di Kabupaten Jember yang memiliki karakteristik berbeda. Fokus penelitian ini meliputi empat hal yaitu pertama wujud partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan peren- canaan meliputi (1) sumbangan tenaga /fisik (2) sumbangan ide/ pemikiran (3) sumbangan dana dan (4) sumbangan moral kedua tingkat partisipasi msyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan meliputi (1) partisi- pasi aktif dan (2) partisipasi pasif ketiga faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanan meliputi (1) tingkat pendidikan dan (2) jenis pekerjaan dan keempat proses pengambilan keputusan dan perencanaan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam observasi partisipan dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis diskriptif kualitatif dengan cara data yang telah terkumpul dinalisis dengan menggunakan tiga cara yaitu organisasi data dan reduksi data penyajian data dan analisis secara berulang-ulang baik melalui analisis kasus individu maupun analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian yang sekaligus menjadi verifikasi/penarikan kesimpulan akhir. Sedangkan pengecekan keabsahan data menggunakan (1) kredibilitas data dilakukan dengan teknik triangulasi (sumber dan metode) pengecekan anggota dan diskusi teman sejawat (2) dependabilitas merupakan kriteria untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah atau tidak dan (3) konfir- mabilitas digunakan untuk melihat tingkat konfirmabilitas antara temuan yang diperoleh dengan data pendukungnya. Hasil penelitian menunjukkan pertama wujud partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan pada tiga lokasi meliputi (1) Sumbangan tenaga/fisik berupa tanah bimbingan prakerin komputer printer sound system keamanan kontrol komite sosialisasi narkoba pendidikan sex berlalu lintas yang benar (2) sumbangan ide/pemikiran berupa usulan masukan dan kritikan dalam pembuatan visi misi tujuan RPS RKS RAKS menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan dan perencanaan sekolah (3) sumbangan dana berupa SPP beasiswa dana pengembangan sekolah dana peningkatan kualitas guru dan siswa dana les memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran berjalan dengan baik dan (4) sumbangan moral berupa keamanan nasehat pembinaan moral amanat dan ekstrakurikuler pendalaman agama memotivasi tujuan sekolah tercapai kedua tingkat partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan meliputi (1) partisipasi aktif berupa kehadiran dalam rapat menyusun visi misi tujuan RKS RPS dan RAKS mendorong sekolah maju berkembang dan berkualitas (2) partisipasi pasif berupa mengontrol mendampingi belajar berkomunikasi dengan guru itu meningkatkan prestasi belajar anak ketiga faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perencanaan meliputi (1) tingkat pendidikan orang tua membuat rasa tanggungjawab masyarakat meningkat dan (2) jenis pekerjaan orang tua membantu kemajuan dan pengembangan sekolah keempat proses pengambilan keputusan dan perencaan yang melibatkan partisipasi masyarakat dimulai dari intern yaitu diputuskan oleh lembaga sendiri sedangkan secara ekstern di mulai dari membahas rencana program dengan Komite Sekolah sosialisasi ke wali murid untuk mendapatkan dukungan dan persetujuan kepala sekolah mengambil keputusan mengajukan atau memberi tembusan ke kapala kantor dinas pendidikan dan kebudayaan dan kepala kantor kementrian Agama kemudian SK Bupati turun kepala sekolah mengeluarkan sebuah kebijakan. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka disarankan kepada (1) kepala sekolah diharapkan dalam pengambilan keputusan dan perencanaan tetap melibatkan dan mempertimbangkan masukan usulan dan kritikan dari masyara- kat (2) Guru hendaknya meningkatkan hubungan silaturahmi dengan orang tua siswa baik langsung maupun tidak langsung dalam meningkatkan prestasi belajar siswa dan membentuk kepribadian anak (3) Komite Sekolah diharapkan mampu menjadi mediator yang profesional bagi sekolah dan orang tua untuk tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas (4) masyarakat (orang tua DUDI dan umum) hendaknya memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi terhadap keberhasilan belajar anak (5) kepala kantor Dinas Pendidikan dan Kebudaayaan dan kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Jember hendaknya memberikan kesempatan kepada kepala sekolah untuk mengambil keputusan dan perencanaan dengan melibatkan masyarakat (6) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Agama hendaknya memberikan otonomi penuh kepada sekolah sesuai dengan konsep MBS dan (7) peneliti lain agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mengembangkan fokus penelitian lain yang lebih mendalam.