Tesis
Gramatika pada pajanan bahasa Indonesia dalam pengajaran berpendekatan komunikatif studi kasus di Sekolah Menengah Umum Negeri 3 Kotamadya Malang / oleh Maryono
Abstrak
inggris ABSTRACT Muyono. 1995. Grammar in the Exposure of Bahasa Indonesia (13i) in the Teaching of BI using Communicative Approach A Case Study at Sekolah Menengah Umum (WU) Negeri 3 Kotamadya Malang. Thesis. Department of Language Educa-tion PPS IKIF MALANG. Advisors (1) Dr. H. Imam Syafi ie (II) H. Zaini Machmoed M.A. Ph.D. Key word grammar the exposure of Bahasa Indonesia communicative approach Communicative language teaching aims at developing communicative compe-tence which covers four competencies grammar discourse sociolinguistics and communicative strategies. In the teaching of BI using communicative approach gram-mar is not taught separately but is integrated in language activities namely in the language skills using a particular theme as the topics. To lalow to what extent the grammar of BI are exposed to the learners it is necessary to describe the grammar in the exposure of B1 in the teaching of BI using communicative approach. The study is intended to solve four problems. Firstly what are the grammatical items in the exposure of BI in the teaching of BI using communicative approach Secondly how do the grammatical items in the exposure of BI in the teaching of BI using communicative approach suit with the objectives stated in GBPP of BI in SMU Curriculum 1994 Thirdly how frequent are the grammatical items in the exposure of BI in the teaching of BI using communicative approach Finally what is order of the frequencies To fulfil the objective of study the qualitative research is used whereas the second third and fourth objective are fulfilled by evaluating the grammatical items found in the study. The evaluation is based on the grammatical items in the teaching objectives as they are stated in Tao Bahasa Baku Bahasa lndone 60. In other words the study is also descriptive-evaluative. SMU Negeri 3 Koomadya Malang is loca-tion of the study. The result of the study shows that the grammatical items in the exposure of Bt ir) the teaching of BI using communicative approach consist of affixes repeated word coordinator phrase and sentence. It is also discovered that the grammatical items obtained in the study suit with those in the teaching objective as much as 59.76 percent whereas the exposure of those grammatical items ranges between one and 322. The affixes di- ber- -an and -logi repeated noun coordinating conjunction dart condi-tional subordinating conjunction paired conjunction balk maupun and conjunction joining sentences kemudian noun phrase verbal transitive simple sentence additional .compound sentence and attributive complex sentence becomes the most frequent item-)s found among the group of the same grammatical items. It is recommended that material developers prepare text books that provide the grammar stated in the teaching objectives. Furthermore researchers in language education are suggested to conduct further research on the grammars in the exposure of Bl in the teaching of B1 using communicative approach contribute to the learners achievement in developing their skills in using BI. indonesia ABSTRAK Maiyono. 1995. Gramatika path Pajanan Bahasa Indonesia dalam Pengajaran Ber-pendekatan Komunikatif Studi Kasus di Sekolah Menengah Umum. Negeri 3 Kotamadya Malang. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pasca-Sarjana IKIP MALANG. Pembimbing (I) Dr. H. Imam Syafi ie (II) H. Zaini Machmoed M.A. Ph.D. Kata kunci gramatika pajanan Bahasa Indonesia pendekatan komunikatif. Tujuan yang ingin-dicapai dalam pengajaran bahasa berpendekatan komunikatif adalah terbina clan terkembangnya kompetensi komunikatif. Kompetensi komunikatif meliputi empat subkompetensi yaitu (1) gramatikal (2) kewacanaan (3) sosiolinguis-tik dan (4) .strategi komunikasi. Dalam. pengajaran BI berpendekatan komunikatif gramatika BI tidak diajarkan tersendiri melainkan diintegrasikan di dalam kegiatan berbahasa yakni di dalam keterampilan-keterampilan berbahasa dengan tema tertentu sebagai fokus pembicaraannya. Untuk mengetahui sejauh mans gramatika BI telah dipajankan kepada pembelajar perlu dideskripsikan gramatika pada pajanan BI dalarn pengajaran berpendekatan komunikatif Penelitian ini bertujuan menjawab empat masalah. Pertama bagaimanakah butir-butir gramatika (grammatical items) pada pajanan Bahasa Indonesia dalam pengajaran berpendekatan komunikatif. Kedua bagaimanakah kesesuaian butir-butir gramatika pada pajanan Bahasa Indonesia dalam pengajaran berperidekatan kornunikatif dengan tujuan pengajaran sebagaimana tercantum dalam GBPP BI Kurikulum SMU 1994. Ketiga bagaimanakah frekuensi pemajanan butir-butir gramatika pada pajanan Bahasa Indonesia dalam pengajaran berpendekatan kornunikatif. Keempat bagaimana-kah urutan frekuensi pemajanan butir-butir gramatika pada pajatan Bahasa Indonesia dalam pengajaran berpendekatan komunikatif. Untuk mencapai tujuan tersebut penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Khusu untuk rnencapai tujuan penelitian hutir kedua ketiga dap keempat peneliti mengevaluasi butir-butir gramatika temuan penelitian dengan berpedoman pada butir-butir gramatika tujuan pengajaran sebagaimana tercanturn dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Oleh karena itu penelitian ini juga berjenis deskriptif-evaluatif. Lokasi penelitian ini adalah Sekolah Menengah Umum Negeri 3 Kotamadya Malang. Basil penelitian menuniukkan bahwa butir-butir gramatika pada paianan Bahasa Indonesia dalam pengajaran berpendekatan komunikatif meliputi imbuhan kata ulang kata penghubung frasa dan kalimat. Tingkat kesesuaian butir-butir gramatika pada temuan penelitian dengan butir-butir gramatika pada tujuan pengajaran hanya sebesar 59 76% yang berarti berada pada tingkat kesesuaian culcup . Frekuensi pemajanan butir-butir gramatika berkisar antara 1 sampai 522. Afiks di- ber- dan afiks - logi perulangan nomina konjungtor koordinatif dan konjungtor subordinatif syarat konjungtor korelatif balk- maupun dan konjungtor antarkalimat kemudian frasa nominal kalimat tunggal verbal ekatransitif kalimat majemuk setara penjumlahan clan kalimat majemuk bertingkat atributif menduduki urutan teratas pada butir-butir gramati-ka sejenis. Pada setiap pembelajar temuan tersebut akan berubah karena mereka memperoleh tambahan pajanan BI melalui tulisan dan artikel koran dan majalah yang ditugaskan guru kepadanya. Disarankan pars penulis buku mempersiapkan buku pelajaran yang memenuhi tuntutan gramatika sebagaimana disebutkan dalam tujuan pelajaran. Selain itu para peneliti pendidikan bahasa disarankan untuk mengadakan penelitian lanjutan tentang apa kontribusi gramatika pada pajanan Bahasa Indonesia dalam pengajaran berpendekatan komunikatif terhadap keberhasilan pembelajar dalam membina keterampilannya berbahasa Indonesia.