Tugas Akhir
Pembuatan program manajemen logistik untuk pencatatan material dengan metode Average di bengkel Teknik Mesin FT UM / Hadi Purnomo, Valentine Malvistulloh
Abstrak
Kata Kunci program manajemen logistik pencatatan bengkel mesin Manajemen logistik merupakan bagian dari proses supply chain yang berfungsi untuk merencanakan melaksanakan dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan penyimpanan dan aliran barang pelayanan dan informasi terkait dari titik permulaan hingga titik konsumsi dalam tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan. Manajemen logistik yang baik sangat diperlukan di gudang untuk pengaturan aliran material yang ada di gudang agar tidak kekurangan maupun kelebihan material serta pengecekan material jika dilihat dari garis besar fungsi manajemen logistik. Bengkel Teknik Mesin Universitas Negeri Malang merupakan salah satu bengkel mesin yang mempunyai gudang untuk penyimpanan material praktik. Tapi dalam perencanaan dan pencatatan material masih belum teratur. Hal ini dikarenakan pencatatan material masih menggunakan pencatatan manual sehingga sulit melihat jumlah material yang habis dipakai dalam waktu periode tertentu untuk perencanaan pengadaan material berikutnya. Selain itu dampak dari pencatatan yang belum teratur yaitu sulitnya melihat sisa material yang ada. Program manajemen logistik yang memanfaatkan software yang ada di komputer adalah salah satu pemecahan masalah yang dihadapi bengkel Teknik Mesin Universitas Negeri Malang untuk memudahkan pencatatan dan perencanaan material yang ada. Program manajemen logistik dibuat dari software Microsoft access dan memanfaatkan fasilitas yang ada didalamnya seperti tabel query form report VB access serta fasilitas lain. Program dibuat dengan metode pencatatan average. Setelah masuk ke program pengoperasian program dapat dilakukan dengan memilih jenis material yang ada pada tampilan utama. Pilihan material yang disediakan yaitu (1) material baku dan (2) komponen standard . yang dimaksud material baku disini yaitu material yang masih membutuhkan pengerjaan lanjut seperti besi poros besi kotak dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud komponen standard disini yaitu material yang sudah tidak membutuhkan pengerjaan seperti mur baut bantalan dan lain-lain. Jika sudah memilih material selanjutnya memilih proses yang akan dilakukan. Proses tersebut adalah (1) input data (2) persediaan barang dan (3) laporan berdasarkan kode. Dalam fasilitas input data dapat dilihat tabel rincian material fasilitas memasukkan data material masuk dan memasukkan data material keluar serta melihat sisa persediaan. Persediaan barang digunakan untuk melakukan print out persediaan material yang tersisa di gudang. Laporan berdasarkan kode digunakan untuk melihat dan melakukan print out data material berdasarkan kode material yang dimasukkan. i