Skripsi
Analisis jalur (path analysis) untuk mengetahui kontribusi komponen produksi terhadap hasil tanaman kedelai (Glycine max. (L.) Merrill) (studi kasus di Balitkabi Malang) / Senja Putri Merona
Abstrak
Kata Kunci komponen hasil hasil kedelai analisis jalur Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi komponen hasil terhadap hasil tanaman kedelai (ton/ha) sehingga dapat digunakan sebagai pedoman seleksi baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini menggunakan metode analisis jalur. Analisis jalur merupakan pengembangan dari analisis regresi berganda yang memungkinkan untuk menganalisis beberapa hubungan kausal secara simultan dengan menggunakan matriks korelasi. Data pada penelitian ini adalah hasil percobaan yang dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 30 varietas sebagai perlakuan dan 4 ulangan yang diperoleh dari dokumen arsip Balitkabi Malang. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (X1) banyak cabang produktif (X2) banyak buku subur (X3) banyak polong isi (X4) banyak polong hampa (X5) umur bunga (X6) umur panen (X7) dan hasil biji dalam ton/ha (Y). Analisis data dimulai dari tahap pengujian asumsi normalitas dilanjutkan dengan analisis korelasi uji multikolinearitas pembentukan diagram jalur pengujian model modifikasi dan interpretasi model. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hubungan antar variabel yang diamati yaitu (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) . Persamaan (1) menyatakan bahwa tinggi tanaman berhubungan terbalik dengan umur bunga. Persamaan (2) menyatakan bahwa banyak cabang produktif merupakan kombinasi dari banyak buku subur dan banyak polong isi. Persamaan (3) menyatakan bahwa banyak buku subur merupakan kombinasi dari tinggi tanaman dan umur bunga. Persamaan (4) menyatakan bahwa banyak polong isi merupakan kombinasi dari banyak cabang produktif banyak buku subur dan umur panen. Persamaan (5) dan (6) menyatakan bahwa banyak polong hampa berhubungan positif dengan banyak cabang produktif dan umur panen berhubungan positif dengan umur bunga. Sedangkan persamaan (7) menyatakan bahwa hasil biji (ton/ha) hanya merupakan fungsi atas umur panen. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis adalah sebagai berikut (1) komponen hasil yang memiliki kontribusi langsung paling dominan terhadap hasil biji (ton/ha) adalah umur panen dengan nilai kontribusi sebesar 0.034 (2) komponen hasil yang lain berpengaruh secara tidak langsung terhadap hasil biji (ton/ha) (3) secara simultan dari model yang diperoleh seluruh komponen hasil yang diamati berkontribusi sebesar 0.95 terhadap hasil biji kedelai (ton/ha).