Skripsi
Peningkatan kemampuan motorik halus melalui bermain melipat kertas (origami) pada anak kelompok A2 TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang / Ika Yuli Kustanti
Abstrak
Kata Kunci Kemampuan Motorik Halus Bemain Melipat Kertas (origami) Anak Usia Dini Masalah penelitian ini berawal dari observasi di lapangan diketahui kegiatan bermain melipat kertas (origami) dilakukan hanya 1-2 kali dalam satu minggu bahkan dalam satu minggu tidak ada kegiatan bermain melipat kertas (origami). Kegiatan peningkatan kemampuan motorik halus anak dilakukan hanya dengan mewarnai gambar. Pemberian penguatan yang diberikan oleh guru sangat terbatas hanya pada anak yang berhasil mengerjakan tugas. Hal ini menyebabkan perlu adanya penelitian tentang peningkatan kemampuan motorik halus melalui bermain melipat kertas (origami) pada anak kelompok A2 TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan rumusan masalah bagaimana penerapan bermain melipat kertas (origami) untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak apakah kemampuan motorik halus dapat ditingkatkan melalui bermain melipat kertas (origami) pada anak kelompok A2 TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan di TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Subyek penelitian adalah 13 anak kelompok A2 TK Negeri Pembina 2 Kecamatan Blimbing Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi kegiatan anak dan hasil karya anak. Analisis data yang digunakan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Langkah pembelajaran bermain melipat kertas (origami) 1) Persiapan alat dan bahan. 2) Menunjukkan hasil lipatan. 3) Anak mengambil alat dan bahan. 4) Guru memberikan penjelasan dengan mempraktikkan cara melipat dan anak langsung menirukan tahapan melipat. 5) Anak menunjukkan hasil lipatan dan memainkannya pada taman tiruan. 6)Pengumpulan hasil karya anak. Hasil penelitian menunjukkan skor keberhasilan pada pra tindakan sebesar 60 3% siklus I sebesar 70 5% . Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 10 2% dari pra tindakan ke siklus I. Pada siklus I skor keberhasilan mencapai 70 5% dan pada siklus II sebesar 93 6%. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan sebesar 23 1%. Berdasarkan hasil penelitian kegiatan kemampuan motorik halus dapat dilakukan dengan kegiatan bermain melipat kertas (origami). Disarankan kepada guru dapat menerapkan kegiatan bermain melipat kertas untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Bagi sekolah disarankan penelitian ini dapat dijadikan kebijakan dalam meningkatkan kemampuan motorik halus. Disarakan pada peneliti lain agar dapat menerapkan origami pada perkembangan aspek fisik motorik kasar kognitif dan bahasa.